Polysindo akan Reverse Stock di 2008

Polysindo akan Reverse Stock di 2008

- detikFinance
Kamis, 29 Nov 2007 16:33 WIB
Jakarta - Perusahaan bahan kimia dan serat sintetis PT Polysindo Eka Perkasa Tbk (Polysindo) akan melakukan penggabungan nilai nominal saham (reverse stock) di tahun 2008. Reverse stock akan dilakukan untuk memperbaiki kinerja perseroan yang terus merugi.

"Kami akan melakukan reverse stock untuk memperbaiki kinerja perseroan. Hal tersebut akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB 10 Januari mendatang, untuk mengetahui rasio dan besarannya," ujar Dirut Polysindo V Ravi Shankar dalam paparan publik di Merchantile Club, Wisma BCA, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (29/11/2007).

Saat ini jumlah saham perseroan yang beredar adalah 17 miliar saham dengan nominal Rp 500. Setelah restrukturisasi utang, jumlah saham perseroan akan bertambah menjadi 83.484.480.000 miliar saham dengan nominal Rp 2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Reverse stock akan dilakukan setelah restrukturisasi utang dengan cara konversi utang menjadi saham selesai." kata Ravi.

Saat ini utang pokok perseroan yang tidak berjaminan sebesar Rp 626 miliar, telah dikonversi menjadi 43.144.238.750 saham dengan nilai nominal Rp 2. Saham tersebut telah dicatatkan di bursa dan di lock-up selama setahun di harga Rp 134.

Sementara, utang perseroan dari kreditor berjaminan sekitar Rp 9 triliun akan dikonversi menjadi 40.340.241.250 saham dengan nilai nominal Rp 2. Rencananya harga saham tersebut adalah Rp 202.

"Saat ini proposal restrukturisasi utang berjaminan (secured debt composition plan) masih dalam pembahasan baik oleh para kreditor berjaminan, dan dengan perseroan," kata Ravi.

Sekretaris Polysindo, Tunaryo mengatakan, selain restrukturisasi utang, perseroan juga sedang mencari pinjaman untuk modal kerja dari lembaga keuangan internasional.

"Saat ini pencarian dukungan modal kerja tersebut sudah memasuki tahap akhir," kata Tunaryo.

Perseroan juga akan meningkatkan penjualan hingga US$ 35 juta untuk pasar dalam dan luar negeri. Perseroan juga akan memperbesar produksi polyster fiber dan polyster filamen di tahun depan.

Sementara hingga kuartal III 2007, Polysindo membukukan penjualan bersih Rp 2,586 triliun. Akhir tahun lalu, penjualan Polysindo mencapai Rp 3,060 triliun.

Perseroan juga masih menderita rugi bersih Rp 500,567 miliar hingga kuartal III 2006. Nilai tersebut jauh lebih besar dari rugi bersih tahun 2006 sebesar Rp 25,429 miliar. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads