Pada perdagangan Jumat (30/11/2007), rupiah dibuka pada level 9.378/9.380 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.380 per dolar AS.
Sejak perdagangan kemarin, rupiah sudah pulih dari level 9.400 per dolar AS, menyusul penguatan IHSG yang cukup tajam. Stabilitas di pasar regional berhasil menghentikan sejenak aliran modal keluar.
Sementara dolar AS tercatat menguat, menjelang pertemuan Bank Sentral AS (The Fed) pada Desember. Para pialang memperkirakan The Fed akan kembali menurunkan tingkat suku bunganya.
Di New York, euro kemarin melemah di level 1,4742 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4836 dolar. Namun dolar AS melemah tipis atas yen di posisi 109,88 yen, dibandingkan sebelumnya di level 109,99 yen.
Dolar AS mendapat support dari pernyataan vice chairman The Fed, Donald Kohn bahwa Bank Sentral harus cekatan dalam membuat kebijakan dan tidak menyandera perekonomian demi memberi pelajaran kepada para spekulator.
Pernyataan itu langsung menimbulkan ekspektasi bahwa Fed akan menurunkan kembali suku bunga patokannya dalam pertemuan Desember mendatang.
"Tahun lalu, tanda-tanda akan diturunkannya suku bunga AS akan membuat dolar AS melemah. Namun kini investorΒ justru melihat penurunan suku bunga AS sebagai hal yang baik karena bisa menyelamatkan perekonomian AS," ujar Patrick Fearon, analis dari AG Edwards seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































