Menurut prospektus yang dipublikasikan Jumat (30/11/2007), pernyataan efektif untuk IPO diharapkan bisa diperoleh pada 22 Januari 2008. Masa penawaran selanjutnya akan dilaksanakan pada 25-29 Januari 2008. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Mandiri Sekuritas.
Rencananya, dana hasil IPO itu akan digunakan untuk membiayai pembelian barang modal yang mendukung bisnis utama (40%), pengembangan dan perluasan aktivitas anak usaha dan perusahaan asosiasi (15%), membayar utang (20%) dan modal kerja (25%).
Elnusa adalah perusahaan jasa migas terintegrasi dan jasa penunjang migas.
Saat ini komposisi kepemilikan saham Elnusa adalah Pertamina (51,38%), PT Tridaya Esta (46,44%), PT Danareksa Daiwa NIF Ventures (1,46%), PT Danareksa (persero) (0,49%), Karyawan Elnusa (0,15%) , Yayawan Tabungan Hari Tua karyawan Elnusa (0,07%) dan Koperasi Karyawan Elnusa (0,01%).
Dan setelah IPO, maka komposisi kepemilikan saham adalah Pertamina (41,10%), PT Tridaya Esta (37,15%), PT Danareksa Daiwa NIF Ventures (1,17%), PT Danareksa (persero) (0,39%), Karyawan Elnusa (0,12%) , Yayawan Tabungan Hari Tua karyawan Elnusa (0,05%) dan Koperasi Karyawan Elnusa (0,01%), dan masyarakat (20%).
Per 31 Juli 2007, Elnusa mencatat laba bersih sebesar Rp 50,052 miliar, dengan pendapatan usaha Rp 1,150 triliun. Elnusa saat ini memiliki total kewajiban sebesar Rp 1,064 triliun.
Sebelum IPO, perseroan telah melakukan penggabungan beberapa anak usaha yang bergerak di jasa hulu migas. Anak usaha Elnusa, PT Sigma Cipta Utama juga melakukan penggabungan usaha dengan PT Elnusa Telematika dan PT Elnusa Rentrakom. (qom/qom)











































