Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama BEI Erry Firmansyah dalam jumpa pers di Gedung BEJ, Jakarta, Jumat (30/11/2007).
"Di 2007 kan kita targetkan ada 25 emiten, tapi di 2008 dengan berubah menjadi BEI diharapkan emiten saham bisa lebih dari 30 emiten apalagi dengan listing fee yang lebih murah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi ini juga tergantung tingkat bunga, kalau bunga semakin turun maka penerbitan obligasi bisa lebih banyak dari itu," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama Direktur BEI Guntur Pasaribu mengatakan bahwa hingga November 2007 jumlah penerbitan obligasi sudah berjumlah Rp 30,5 triliun.
"Ini sudah melebihi target dari BES yang sebesar Rp 15 triliun, dan jumlah Rp 30,5 triliun itu didapat dari 35 emisi obligasi yang ada hingga November 2007, tapi masih ada kemungkinan tambah lagi," jelasnya.
Untuk transaksi obligasi pemerintah, dikatakan Guntur bahwa sampai akhir Oktober transaksi obligasi pemerintah sudah mencapai Rp 5 triliun per hari.
"Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2006 yang hanya Rp 2,69 triliun per hari, kita expect lebih tinggi lagi dengan penggabungan ini," ujarnya.
Sementara untuk transaksi obligasi korporasi hingga Oktober mencapai Rp 285 miliar per hari.
"Jadi meskipun ada krisis subprime mortgage, kepemilikan asing juga tetap tinggi yaitu sebesar 17-18 persen dari total outstanding obligasi yang ada yang sebesar Rp 470 triliun," jelasnya. (dnl/ir)











































