Laba Bersih INDF-ICBP Kompak Anjlok, Anthoni Salim Buka Suara

Laba Bersih INDF-ICBP Kompak Anjlok, Anthoni Salim Buka Suara

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 03 Agu 2026 13:01 WIB
Anthoni Salim
Anthoni Salim/Foto: Dok. Forbes
Jakarta -

Sebanyak dua emiten milik konglomerat Anthoni Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), kompak membukukan penurunan laba bersih sepanjang semester I-2026. Penurunan laba ini terjadi didorong oleh tingginya rugi selisih kurs rupiah.

Berdasarkan laporan keuangan, kedua perseroan kompak membukukan pertumbuhan penjualan neto sepanjang semester I-2026. Pendapatan INDF tumbuh 9% menjadi Rp 65,53 triliun dari periode sebelumnya sebesar Rp 59,84 triliun.

Selain itu, laba usaha INDF meningkat sebesar 14% menjadi Rp 13,29 triliun dari Rp 11,69 triliun dengan marjin laba usaha sekitar 20,3% hingga semester I-2026. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 19% menjadi Rp 4,72 triliun dari Rp 5,84 triliun pada semester I-2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan laba bersih ini didorong oleh tingginya rugi selisih kurs yang belum terealisasi yang timbul dari kegiatan pendanaan, seiring melemahnya nilai tukar rupiah. Meski demikian, core profit INDF tercatat naik 7% menjadi Rp 6,18 triliun dari Rp 5,78 triliun pada semester I-2025.

ADVERTISEMENT

"Di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung, Indofood membukukan kinerja yang solid pada semester pertama di tahun 2026 ini. Kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," ungkap Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Indofood, Anthoni Salim, dikutip dari keterbukaan informasi, Senin (3/8/2026).

Sedangkan penjualan neto ICBP tumbuh 11% menjadi Rp 41,86 triliun dibandingkan Rp 37,60 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba usaha naik 8% menjadi Rp 9,15 triliun dari Rp 8,48 triliun di semester pertama tahun lalu, dan marjin laba usaha tetap sehat di kisaran 21,9%.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 33% menjadi Rp 3,70 triliun dari Rp 5,54 triliun pada semester pertama tahun lalu. Turunnya laba bersih ini juga terjadi imbas meningkatnya rugi selisih kurs akibat melemahnya nilai tukar rupiah.

Seperti INDF, ICBP juga mencatat core profit naik 1% menjadi Rp 5,40 triliun dari Rp 5,37 triliun di semester pertama tahun lalu. Anthoni Salim, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus CEO ICBP, menyebut pihaknya tetap waspada di tengah ketidakpastian pasar.

"Di tengah situasi pasar yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap waspada. Kami akan terus menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar serta mengelola biaya secara efektif dan efisien untuk menjaga profitabilitas dan arus kas," ungkapnya.

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads