Trump Turun Tangan Bantu Jepang Kerek Yen Lawan Dolar AS

Trump Turun Tangan Bantu Jepang Kerek Yen Lawan Dolar AS

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 03 Agu 2026 14:36 WIB
Uang Kertas Yen jepang. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jepang melakukan operasi pembelian yen terkoordinasi dengan Departemen Keuangan AS sejak Jumat (31/7). Langkah ini dilakukan untuk mengatasi fluktuasi tajam yang terjadi pada yen Jepang beberapa waktu terakhir.

Jepang juga telah memberi sinyal kesiapan untuk melakukan intervensi lanjutan dengan AS untuk menjaga nilai yen jika diperlukan. Jepang juga mengaku akan tetap waspada dan terus menjalin komunikasi erat dengan AS terkait langkah tersebut.

Sebagai informasi, yen sempat mencapai 163,73 terhadap dolar AS pada Kamis pekan lalu. Kemudian pada hari selanjutnya, mata uang yen menguat menjadi 157,57 pada Jumat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian hari ini, Senin (3/8), yen diperdagangkan pada 157,70 per dolar AS. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi investor di Jepang menyusul mata uang yen yang tercatat ke level terlemahnya sejak empat dekade terakhir terhadap dolar AS.

ADVERTISEMENT

Kemudian pada September 2025, pemerintah Jepang dan AS menyepakati aksi intervensi untuk mengatasi volatilitas berlebihan dan pergerakan yen yang tidak teratur belakangan ini.

Selain itu, Jepang juga berencana untuk memanfaatkan fasilitas repo otoritas moneter asing dan internasional Federal Reserve di masa mendatang. Fasilitas repo ini memungkinkan bank sentral dan otoritas moneter asing yang disetujui untuk memperoleh dolar jangka pendek dengan menukarkan sementara surat berharga Departemen Keuangan AS.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan AS Scott Bessent, mengkonfirmasi tindakan terkoordinasi pembelian yen ini. Langkah ini dilakukan untuk menekan volatilitas yang terjadi pada mata uang yen.

"Departemen Keuangan tetap memperhatikan dan berkomunikasi erat dengan rekan-rekan kami di Kementerian Keuangan dan Bank Sentral Jepang. Kami tidak akan ragu untuk berpartisipasi dalam intervensi bersama lebih lanjut," kata Bessent dikutip dari CNBC, Senin (8/3/2026).

Bessent juga mendukung arah kebijakan Jepang untuk memperkuat mata uang yen. Menurutnya, pemerintah dan otoritas moneter Jepang telah mengambil langkah baik untuk melakukan koreksi terhadap yen yang undervalue.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya turut terlibat dalam intervensi terkoordinasi pada pekan lalu untuk mendukung yen. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Jepang sekaligus demi menjaga stabilitas ekonomi global.

"Mereka menginginkan sedikit bantuan, dan kami selalu siap membantu Jepang," kata Trump, Minggu (2/8).

Trump juga menyebut, AS dan Jepang memiliki hubungan yang baik sebagai sekutu. Menurutnya, keterlibatan AS juga lebih dari sekadar persahabatan kedua negara tersebut.

Peneliti senior Peterson Institute for International Economics, Robin Brooks, mengatakan intervensi terkoordinasi tersebut justru berpeluang melemahkan kepercayaan terhadap yen. Jika AS menjual euro alih-alih dolar AS untuk membeli yen, investor mungkin menyimpulkan bahwa pejabat AS berusaha menyelamatkan Jepang dari penjualan obligasi pemerintah AS untuk membiayai intervensi.

Laporan bahwa AS menjual euro dan bukan dolar AS untuk membeli yen mengejutkan pasar karena intervensi terkoordinasi secara tradisional didanai dengan aset dolar AS.

"Menurut saya, perubahan arah seperti ini melemahkan efektivitas partisipasi AS, karena hal itu pasti akan membuat pasar bertanya-tanya mengapa AS tidak langsung mendanai pembelian Yen dari Dolar," kata Brooks.

Saksikan Live DetikSore :

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads