Market Review
Perdagangan saham pada Selasa (4/8) ditutup di zona hijau. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,37% ke posisi 6.319,61 setelah ditopang penguatan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. BBCA memimpin kenaikan dengan penguatan 3,17%, disusul BMRI yang naik 2,16% dan BBRI sebesar 1,32%. Di sisi lain, saham MAPI terkoreksi 6,07%, BINA melemah 5,37%, dan MORA turun 1,20%.
Aksi beli investor asing kembali mewarnai perdagangan. Di pasar reguler, investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp741,19 miliar, sedangkan di seluruh pasar tercatat sebesar Rp623,48 miliar. Aliran dana asing paling banyak mengarah ke saham BBCA sebesar Rp404,43 miliar, diikuti BMRI Rp129,87 miliar, BBRI Rp116,06 miliar, dan BBNI Rp94,05 miliar.
Dari 11 sektor yang diperdagangkan, sembilan sektor berakhir menguat. Sektor properti mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,72%, sementara sektor barang konsumsi non-primer menjadi sektor dengan pelemahan terbesar, meski hanya turun tipis 0,10%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen eksternal juga cenderung positif. Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat dengan indeks Dow Jones naik 1,71%, S&P 500 bertambah 1,79%, dan Nasdaq menguat 2,59%. Sejalan dengan itu, ETF Indonesia (EIDO) meningkat 2,00% dan indeks MSCI Indonesia naik 2,16%.
Berita Emiten
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
BUMI membukukan pendapatan konsolidasi sebesar US$866,75 juta pada semester I-2026, meningkat 27,85% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$677,93 juta. Kenaikan tersebut didukung oleh volume produksi batu bara yang bertambah 7,10% menjadi 38,50 juta ton serta volume penjualan yang naik 11,70%.
Selain peningkatan volume, rata-rata harga jual (FOB) naik menjadi US$62,90 per ton dari US$61,30 per ton. Perseroan juga mencatat perbaikan strip ratio menjadi 7,5 kali dibandingkan 8,1 kali pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan diikuti peningkatan laba bruto sebesar 36,32% menjadi US$145,90 juta, dengan margin usaha meningkat menjadi 9,60%. Laba sebelum pajak mencapai US$104,32 juta atau bertambah 102,49% secara tahunan.
Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$58,85 juta, meningkat 188,39% dibandingkan semester I-2025. Perseroan menjelaskan bahwa capaian tersebut turut dipengaruhi kontribusi dari aset di Australia yang belum masuk dalam basis perbandingan pada periode yang sama tahun lalu.
PT Green Power Group Tbk (LABA)
LABA menargetkan pendapatan sebesar Rp40 miliar sepanjang 2026 dengan laba bersih sebesar Rp5 miliar. Untuk mendukung target tersebut, perseroan menganggarkan belanja modal sekitar Rp6 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan mesin injeksi, mesin molding, dan peralatan operasional lainnya. Perseroan berharap pertumbuhan pendapatan berasal dari penjualan produk molding, kegiatan perdagangan, serta pengembangan bisnis baterai beserta ekosistemnya, termasuk battery swap cabinet. Dari sisi pergerakan harga saham, LABA masih berada dalam fase konsolidasi pada kisaran Rp90β100.
PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR)
AMAR memutuskan membagikan dividen tunai interim tahun buku 2026 sebesar Rp3,9 per saham dengan total nilai sekitar Rp70,25 miliar.
Keputusan tersebut didukung oleh laba bersih periode berjalan sebesar Rp143,56 miliar, saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp246,91 miliar, serta total ekuitas mencapai Rp3,44 triliun. Nilai dividen tersebut setara dengan rasio pembayaran dividen sebesar 48,94% dari laba bersih semester I-2026.
Pada penutupan perdagangan 4 Agustus, saham AMAR berada di level Rp224 per saham, sehingga dividen interim tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 1,74%. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 11 Agustus 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan pada 28 Agustus 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
BMRI - Buy 4240-4260 | TP 4290-4330 | SL 4060
BBNI - Buy 3640-3660 | TP 3710-3760 | SL 3450
MDKA - Buy 2890-2910 | TP 2950-3000 | SL 2740
ADMR - Buy 1590-1605 | TP 1625-1650 | SL 1505
UNVR - Buy 1805-1815 | TP 1840-1880 | SL 1730
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.










































