IHSG Tertahan di Level 6.351

IHSG Tertahan di Level 6.351

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2026 12:57 WIB
Karyawan mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). BEI menghentikan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JA
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir stagnan pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Kamis (6/8/2026). Indeks saham sempat tercatat menguat pada pembukaan pagi tadi, kemudian melemah sebelum akhirnya menutup paruh pertama perdagangan siang ini.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG stagnan pada level 6.351,33 hingga penutupan perdagangan paruh pertama. Indeks saham sempat bergerak menguat pagi tadi pada posisi 6.388,20 dan turun pada level 6.324,06.

Hingga sesi I perdagangan, tercatat volume perdagangan sebanyak 34,72 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,36 triliun. Adapun frekuensi saham yang diperdagangkan sepanjang sesi I sebanyak 1.633.303 kali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun indeks LQ45 melemah hingga 0,01% ke level 633.921 hingga sesi I perdagangan hari ini. Secara umum tercatat 274 saham menguat, 333 saham melemah, dan 184 saham stagnan.

ADVERTISEMENT

Kemudian berdasarkan data Stockbit, tercatat aksi jual investor asing (foreign sell) sebesar Rp 2,70 triliun dengan aksi beli (foreign buy) Rp 2,36 triliun. Secara akumulasi, tercatat net foreign sell sebesar Rp 339,05 miliar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dijual asing, yakni sebesar Rp 86,58 miliar. Kemudian PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp 64,15 miliar. Selanjutnya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp 62,19 miliar.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads