10 Saham Didepak MSCI, Bos Bursa: Kami Komunikasi Terus dengan Investor

10 Saham Didepak MSCI, Bos Bursa: Kami Komunikasi Terus dengan Investor

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2026 10:41 WIB
Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik
Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, buka suara usai pengumuman rebalancing atau penyesuaian ulang konstituen saham dalam indeks global MSCI. Dalam pengumuman tersebut, diketahui ada 11 saham asal Indonesia yang terdampak perubahan MSCI.

Jeffrey mengatakan, rebalancing merupakan siklus periodik yang biasa dilakukan MSCI. Dalam proses rebalancing tersebut, MSCI juga menggunakan bahan dari keterbukaan informasi yang disediakan oleh BEI.

Keterbukaan informasi ini mencakup data kepemilikan saham di atas 1% hingga daftar saham dengan tingkat kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rebalancing ini secara periodik dilakukan oleh MSCI. Dan seperti proses rebalancing sebelumnya, MSCI juga menggunakan keterbukaan informasi publik yang disampaikan oleh BEI, seperti HSC dan kepemilikan saham 1%," ungkap Jeffrey dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

ADVERTISEMENT

Jeffrey mengaku akan terus melanjutkan komunikasi dengan MSCI. Selain itu, otoritas BEI juga terus membangun komunikasi dengan investor global. "Komunikasi kami dengan MSCI tentu akan terus dilanjutkan. Demikian juga komunikasi dengan investor global," pungkasnya.

Sebagai informasi, MSCI mengeluarkan 10 saham Indonesia dan 1 saham turun kasta dalam pengumumannya hari ini. Perubahan tersebut berlaku efektif mulai penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.

Pada Global Standard Indexes, MSCI mengeluarkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Sementara PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun kasta dari MSCI Global Standard Indexes ke MSCI Global Small Cap Indexes.

Kemudian pada MSCI Global Small Cap Indexes, terdapat sembilan saham Indonesia yang dikeluarkan yakni PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MD Intertainment Tbk (FILM), dan PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

Pada klasifikasi Global Small Cap Indexes, MSCI juga mengeluarkan PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).

"Semua perubahan akan diberlakukan mulai penutupan pasar pada 31 Agustus 2026," tulis pengumuman MSCI, Kamis (13/8/2026).

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads