Tanggapi MSCI, GOTO Tegaskan Fokus pada Fundamental Bisnis dan Target 2026

Tanggapi MSCI, GOTO Tegaskan Fokus pada Fundamental Bisnis dan Target 2026

Dea Duta Aulia - detikFinance
Kamis, 13 Agu 2026 12:48 WIB
Tanggapi MSCI, GOTO Tegaskan Fokus pada Fundamental Bisnis dan Target 2026
Foto: GoTo
Jakarta -

Saham emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) keluar dari MSCI Global Standard Indexes berdasarkan hasil Tinjauan Indeks Agustus (August Index Review 2026) yang dirilis pada 12 Agustus 2026 dan berlaku efektif 31 Agustus 2026. Menanggapi ini, Head of Corporate Affairs GoTo Audrey Petriny mengatakan perusahaan memperhatikan keputusan MSCI terkait eksklusi GoTo dari indeks sahamnya, dan perseroan menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami.

"Keputusan ini murni bersifat teknis, menyusul harga saham GoTo yang berada di level terendah Rp50 dan diikuti dengan volume perdagangan yang rendah dan tidak disebabkan oleh kinerja Perseroan," kata Audrey Petriny dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).

Dia menjelaskan kinerja perseroan di kuartal kedua justru mencatatkan laba bersih dua kuartal berturut-turut, dengan laba bersih mencapai Rp 252 miliar dan pendapatan bersih sebesar Rp 5,7 triliun. Selain itu, EBITDA Grup yang disesuaikan juga meningkat hingga menembus angka Rp1 triliun untuk pertama kalinya dan tetap on-track untuk mencapai pedoman kinerja tahunan kami dengan EBITDA grup yang disesuaikan Rp 3,2-3,4 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI. Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," tutur Audrey.

Selain GOTO, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga dikeluarkan dari Indeks Standar Global MSCI. Hanya saja, saham CPIN keluar tapi ditambahkan dalam MSCI Global Small Cap Indexes.

ADVERTISEMENT

"Adapun GOTO masih tercatat masuk dalam indeks utama di BEI diantaranya LQ45, IDX30, IDX80, dan KOMPAS100. Ketiganya menjadi acuan bagi investor dan manajer investasi menilai sebuah saham menjadi pilihan investasi," tutupnya.



(ega/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads