Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun makin menakjubkan karena menerobos level baru yang sebelumnya sulit diprediksi akan tercapai di tahun ini.
Pada penutupan perdagangan saham Selasa (4/12/2007), IHSG melonjak 26,018 poin (0,95%) ke rekor tertingginya 2.752,943.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor optimistis rendahnya inflasi November membuka peluang bagi Bank Indonesia (BI) memangkas BI Rate dalam rapat dewan gubernur 6 Desember ini.
Indeks LQ-45 naik 6,997 poin (1,16%) ke posisi 609,512 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 6,718 poin (1,37%) ke level 497,867.
Perdagangan diseluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 71.025 kali, dengan volume 5,238 miliar unit saham, senilai Rp 6,651 triliun. Sebanyak 126 saham naik, 68 saham turun dan saham 59 stagnan.
Saham-saham yang masih naik harganya di top gainer adalah, Timah (TINS) naik Rp 1.300 menjadi Rp 29.100, Astra Internasional (ASII) naik Rp 700 menjadi Rp 27.500, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 550 menjadi Rp 6.250, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 500 menjadi Rp 12.500, dan Bank Negara Indonesia (BBNI) naik Rp 40 menjadi Rp 2.030.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 550 menjadi Rp 16.200, Barito Pacific Timber (BRPT) turun Rp 100 menjadi Rp 2.750 dan Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 50 menjadi Rp 4.575.
(ir/qom)











































