Kebutuhan investasi ini diperlukan perseroan seiring telah ditandatanganinya MOU dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Tanggal 26 November MOU telah kita tandatangani dengan KAI untuk membangun dan mengoperasikan dry port," kata Presiden Direktur Zebra Alexander Johan Widjaja dalam konferensi pers di Hotel JW Marriot, Rabu (5/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini perseroan masih menunggu studi kelayakan tentang dry port itu. Diperkirakan pembangunan dry port ini baru akan dimulai pada kuartal keempat tahun 2008. Sedangkan pengoperasian dry port diprediksi akan mulai beroperasi pada tahun 2010.
"Kira-kira dari MOU sampai awal pembangunan, kita butuh waktu 8-10 bulan untuk studi kelayakan dan mencari mitra strategis," ungkap dia.
Menurut Alexander dipilihnya Jababeka sebagai tempat penumpukan peti kemas
disebabkan wilayah tersebut merupakan kawasan industri yang memiliki kontribusi signifikan terhadap arus ekspor impor peti kemas.
"Dengan beroperasinya dry port bisa menghemat waktu dan biayai, dari sekitar 4,5 jam menjadi hanya 1,5 jam dari Cikarang ke Tanjung Priuk," ujar dia.
(ard/ir)











































