BYAN Tepis Sahamnya Diborong Haji Isam

BYAN Tepis Sahamnya Diborong Haji Isam

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 20 Agu 2026 07:25 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Ilustrasi.Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Perusahaan milik konglomerat Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam Jhonlin Group dikabarkan berencana mengakuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Berdasarkan rumor yang beredar, Jhonlin Group disebut mengincar sekitar 62,2% saham BYAN. Manajemen BYAN mengaku belum mengetahui informasi tersebut.

Meski demikian, pemegang saham pengendali BYAN tetap membuka peluang investasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut. Namun pemegang saham pengendali perseroan telah menyampaikan kepada kami bahwa dari waktu ke waktu, sebagai investor mereka dapat saja mempertimbangkan berbagai kesempatan dan peluang untuk memaksimalkan investasi mereka di Perseroan," tulis Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero dikutip dari Keterbukaan Informasi, Rabu (19/8/2026).

Jenny menegaskan, manajemen tidak memiliki informasi terkait pihak yang terlibat atau struktur transaksi dari kabar akuisisi tersebut. Begitu juga dengan porsi saham yang dikabarkan akan dibeli Jhonlin Grup, manajemen BYAN mengaku tidak mendapat informasi tersebut.

ADVERTISEMENT

"Perseroan tidak memiliki informasi mengenai porsi saham yang akan dialihkan dan/atau nilai transaksi sehubungan dengan informasi mengenai rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham tersebut," tegas Jenny.

Jenny menambahkan, kabar tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun kineria keuangan BYAN. Perseroan juga tidak memiliki informasi atau kejadian material yang belum diungkapkan, yang berdampak pada harga saham BYAN.

"Perseroan senantiasa berkomitmen untuk memenuhi ketentuan peraturan perundang- undangan di bidang pasar modal dan ketentuan Bursa Efek Indonesia, termasuk kewajiban penyampaian keterbukaan informasi apabila terdapat informasi atau fakta material yang wajib diungkapkan kepada publik," terang Jenny.

Berdasarkan data perdagangan RTI Business, BYAN melemah 9,41% ke harga Rp 15.650 per saham hingga penutupan pasar Rabu (19/8). Tercatat volume perdagangan saham BYAN sebanyak 4,28 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp 69,56 miliar.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads