Tak Cuma RI, Ratusan Saham di Asia Pasifik Didepak FTSE Russell

Tak Cuma RI, Ratusan Saham di Asia Pasifik Didepak FTSE Russell

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 21 Agu 2026 20:00 WIB
1. Warga mengamati papan layar IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (4/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sepanjang perdagangan sesi I hari ini, Kamis (4/6). IHSG merosot seiring melemahnya mayoritas saham sepanjang per
Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

FTSE Russell mengumumkan perubahan konstituen dalam indeks saham miliknya hari ini, Jumat (21/8/2026). Perubahan tersebut terjadi untuk saham-saham asal Asia-Pasifik kecuali Jepang dan China.

Berdasarkan pengumuman tersebut, terdapat 38 saham asal Indonesia yang terdampak perubahan konstituen tersebut. Adapun rinciannya, satu saham turun kasta dari klasifikasi Mid Cap ke Micro Cap, sembilan saham keluar dari Small Cap, delapan saham turun kasta dari Small Cap ke Micro Cap, dan 28 keluar dari Micro Cap.

Sementara itu, di negara lain, FTSE Russell juga mengeluarkan sejumlah saham dari klasifikasi Large Cap. Terdapat 9 saham asal Australia, 3 saham Hong Kong, 29 saham India, 8 saham Korea Selatan, 6 saham Malaysia, 2 saham Selandia Baru, 2 saham Filipina, 3 saham Singapura, 4 saham Taiwan, dan 1 saham Thailand.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

FTSE Russell juga mengeluarkan sejumlah saham dari klasifikasi Mid Cap. Terdapat 6 saham asal Australia, 5 saham Hong Kong, 4 saham India, 17 saham Korea Selatan, 1 saham Malaysia, 1 saham Selandia Baru, 2 saham Filipina, 1 saham Singapura, 11 saham Taiwan, dan 4 saham Thailand.

ADVERTISEMENT

Kemudian untuk klasifikasi Small Cap, FTSE Russell mengeluarkan 8 saham asal Australia, 7 saham Hong Kong, 2 saham India, 26 saham Korea Selatan, 2 saham Malaysia, 1 saham Filipina, 1 saham Singapura, 19 saham Taiwan, dan 3 saham Thailand.

Pada klasifikasi Micro Cap, FTSE Russell juga mengeluarkan 59 saham asal Australia, 25 saham Hong Kong, 66 saham India, 318 saham Korea Selatan, 30 saham Malaysia, 2 saham Selandia Baru, 7 saham Singapura, 100 saham Taiwan, dan 18 saham Thailand.

Perubahan tersebut akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada Jumat, 18 September 2026, atau mulai Senin, 21 September 2026. Namun begitu, FTSE Russell masih terbuka terhadap revisi hingga perdagangan Jumat 4 September.

"Perubahan hasil tinjauan indeks yang tercantum dalam berkas-berkas terlampir dapat mengalami revisi hingga akhir jam kerja pada hari Jumat, 4 September 2026. Mulai hari Senin, 7 September 2026, perubahan hasil tinjauan indeks tersebut akan dianggap final," tulis pengumuman FTSE Russell, Jumat (21/8/2026).

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads