Batas ARB & ARA Saham Mau Dirombak, Ini Bocorannya

Batas ARB & ARA Saham Mau Dirombak, Ini Bocorannya

Andi Hidayat - detikFinance
Sabtu, 22 Agu 2026 11:00 WIB
IHSG dibuka menguat pada perdagangan Jumat (30/1/2026) setelah dua hari tertekan. Rebound pasar terjadi seiring pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman.
Foto: Ari Saputra/detikFoto
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menyesuaikan batas auto rejection atas dan bawah (ARA/ARB) seiring dengan rencana penghapusan ketentuan batas minimum harga saham Rp 50. Auto rejection merupakan mekanisme penolakan otomatis oleh sistem terhadap order beli maupun jual efek.

Mekanisme ini berlaku ketika transaksi saham melampaui batas harga atau jumlah efek yang telah ditetapkan oleh Bursa. Dalam perubahan tersebut, ARA-ARB saham dengan harga rendah tidak lagi menggunakan persentase.

Untuk perubahan kategori ARB, saham dengan harga Rp 1 hingga Rp 10 akan menggunakan batas nominal sebesar Rp 1, bukan persentase. Sementara saham di rentang harga Rp 11-200, Rp 201-5.000, hingga di atas Rp 5.000 akan memiliki batas ARB sebesar 15%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara untuk kategori ARA, saham dengan harga Rp 1-10 juga akan menggunakan batas nominal Rp 1. Untuk saham seharga Rp 11-200, batas ARA ditetapkan 35%. Kemudian, saham di rentang Rp 201-5.000 memiliki batas ARA 25%, sedangkan saham di atas Rp 5.000 sebesar 20%.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan perubahan ini dilakukan agar proses penentuan harga saham di pasar menjadi lebih wajar. Meski demikian, ia tak menyebut rinci kapan perubahan tersebut akan diimplementasikan.

"Detail akan kami sampaikan kemudian. Tujuan utamanya adalah agar price discovery menjadi lebih baik," ungkap Jeffrey kepada detikcom, Jumat (21/8/2026).

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, mengatakan perubahan ARA dan ARB ini sedang dalam proses pengujian. Rencananya, perubahan ini akan diimplementasikan pada 7 September 2026 sebagaimana unggahan Stockbit.

"Yang disampaikan Stockbit benar itu rencananya, sedang dalam pengujian," ujar Irvan.

BEI telah membahas rencana tersebut bersama Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) dan Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII). BEI juga berdiskusi dengan sejumlah investor global untuk menghimpun pandangan dan tanggapan mereka terhadap rencana tersebut.

"Kemarin tanggal 19 Agustus sudah dilakukan diskusi dengan APEI dan AMII untuk mendapat respon dari pelaku. Diskusi dengan investor global juga kami lakukan. Detail akan sampaikan kemudian setelah menghimpun masukan dari pelaku dan juga mengukur kesiapan platform perdagangan di Anggota Bursa," pungkasnya.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads