Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal perdagangan bahkan sempat menembus level 2.802,675. Tapi level 2.800 sulit bertahan.
Hinga penutupan sesi I, Kamis (6/12/2007), IHSG naik 20,773 poin (0,75%) ke level tertingginya 2.788,831. Aksi beli saham-saham unggulan membawa IHSG ke puncak tertingginya."Investor melihat fundamental ekonomi Indonesia baik sehingga mereka melihat prospek ke depannya," kata analis dari BNI Securities, Alfatih ketika dihubungi detikFinance, Kamis (6/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan sesi I berlangsung dengan transaksi 38.698 kali, pada volume 2,254 miliar saham, senilai Rp 3,979 triliun. Sebanyak 81 saham naik, 76 saham turun dan 51 saham stagnan.
Saham-saham yang melejit harganya di top gainer adalah, Timah (TINS) naik Rp 1.050 menjadi Rp 30.200, Barito Pacific (BRPT) naik Rp 375 menjadi Rp 3.025, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 200 menjadi Rp 4.600, Telkom (TLKM) naik Rp 200 menjadi Rp 11.100 dan Bumi Resources (BUMI) naik Rp 150 menjadi Rp 6.250.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 100 menjadi Rp 26.600, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 50 menjadi Rp 5.200 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 menjadi Rp 7.850.
Sementara rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB, Kamis (6/12/2007) menguat 30 poin ke posisi 9.260 per dolar AS.
Investor melihat BI akan mempertahankan tingkat BI Rate 8,25% sehingga selisih dengan bunga the Fed tetap tinggi yang menjadi alasan investor global terus masuk ke pasar saham dan obligasi di Indonesia.
(ir/qom)











































