"Perkembangan ini antara lain dipicu oleh aliran keluar modal asing di pasar saham," ujar Direktur Perencanaan Strategis dan Humas BI Lukman Boenjamin di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (6/12/2007).
Hal ini juga ikut menekan harga saham IHSG yang sempat mengalami penurunan menjadi 2.563 sebelum kembali meningkat pada akhir November pada level 2.688.
Seperti diketahui, IHSG pada November kembali bergejolak seiring bergejolaknya kembali pasar finansial dunia setelah harga minyak mentah dunia melonjak menembus US$ 99 per barel. Harga minyak melonjak terutama dipicu oleh aksi spekulasi dan melorotnya dolar AS atas euro.
Gejolak juga dipicu oleh munculnya berbagai kekhawatiran baru soal krisis kredit subprime mortgage yang menelan kerugian bagi bank-bank investasi AS. (ddn/qom)











































