Rekomendasi Saham Hari Ini saat IHSG Menguat

Rekomendasi Saham Hari Ini saat IHSG Menguat

- detikFinance
Senin, 24 Agu 2026 08:26 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Rekomendasi Saham Hari Ini saat IHSG Menguat
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam pada layar komputer
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (21/8) di zona hijau. IHSG naik 0,37% ke level 6.525,69.

Penguatan indeks didukung saham perbankan. BBRI naik 2,87%, BMRI bertambah 1,69%, sedangkan BBNI menguat 3,90%. Sebaliknya, sejumlah saham bergerak turun, seperti BYAN yang terkoreksi 3,55%, CASA turun 5,21%, dan SRAJ melemah 1,74%.

Dari aktivitas investor, asing membukukan pembelian bersih Rp992,64 miliar di pasar reguler. Jika memperhitungkan seluruh pasar, net buy asing tercatat Rp974,57 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pergerakan positif juga terlihat pada mayoritas sektor. Sebanyak enam dari 11 sektor berakhir menguat. Basic Materials mencatat kenaikan 0,62%, sedangkan Healthcare turun 0,88%.

Pasar saham Amerika Serikat (AS) turut ditutup menguat. Dow Jones naik 0,98% ke 53.277, S&P 500 bertambah 0,43% ke 7.674, dan Nasdaq naik 0,44% ke 26.180.

ADVERTISEMENT

Dalam dua sesi perdagangan terakhir, akumulasi net buy asing mencapai Rp1,72 triliun. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi sejak Februari 2026. Sentimen tersebut juga terlihat dari kenaikan ETF EIDO sebesar 2,16% dan indeks MSCI Indonesia sebesar 1,23%.

Selanjutnya, ada FTSE Russell yang mengumumkan hasil Semi-Annual Review September 2026 yang membawa perubahan terhadap sejumlah saham Indonesia dalam indeks global.

Sebanyak 29 saham Indonesia akan dikeluarkan dari indeks tanpa adanya saham baru yang masuk sebagai pengganti. Selain itu, 10 saham mengalami perubahan klasifikasi dari Small Cap menjadi Micro Cap, yaitu BBYB, BJBR, BTPS, LPKR, LPPF, MNCN, PNLF, SMRA, SCMA, dan SILO.

Khusus SILO, statusnya berbeda karena saham tersebut tidak hanya turun ke kelompok Micro Cap, tetapi keluar dari FTSE Global Equity Index Series (GEIS).

Perubahan tersebut dijadwalkan berlaku pada 21 September 2026. FTSE Russell menyebut penghapusan saham terutama berkaitan dengan kriteria investable market capitalization.

Namun, daftar tersebut belum bersifat final. FTSE Russell masih dapat melakukan perubahan hingga penutupan perdagangan 4 September 2026. Hasil review kemudian ditetapkan final pada 7 September 2026.

Berita Emiten

Swayasa Prakarsa (SWAP)

SWAP mulai menjalankan tahapan book building IPO pada 24-27 Agustus 2026. SWAP merencanakan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 10 September 2026.

Perseroan menawarkan harga saham dalam rentang Rp130-Rp140 per saham dan berencana menerbitkan maksimal 323 juta saham baru. Jumlah saham baru tersebut setara 30,30% dari modal setelah IPO. Dari aksi tersebut, SWAP menargetkan dana yang dihimpun maksimal Rp45,22 miliar.

Perusahaan mengembangkan produk kesehatan berbasis riset, baik elektromedis maupun non-elektromedis. Beberapa produk yang dikembangkan mencakup stent jantung, External Ventricular Drain (EVD), dan ventilator neonatal.

Sebelum IPO, PT Gama Multi Usaha Mandiri memegang 97,16% saham SWAP. Setelah IPO, porsinya diperkirakan turun menjadi 67,72%. Sementara kepemilikan Universitas Gadjah Mada (UGM) tercatat 2,69%.

Dana IPO akan digunakan untuk beberapa kebutuhan. Sekitar Rp15,80 miliar dialokasikan sebagai modal kerja, Rp12,20 miliar untuk belanja modal yang mencakup pembangunan gedung distribusi dan manajemen baru, serta sekitar Rp12 miliar untuk membayar utang kepada pihak terafiliasi.

Bhuwanatala Indah Permai (BIPP)

BIPP juga menyiapkan aksi korporasi melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD).

Dalam aksi tersebut, BIPP akan menerbitkan saham baru Seri B sebanyak-banyaknya 502,87 juta saham. Jumlah itu setara maksimal 10% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Harga pelaksanaan nantinya ditetapkan minimal 90% dari rata-rata harga penutupan saham BIPP selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum pengajuan pencatatan saham tambahan.

Aksi tersebut dapat membuat kepemilikan pemegang saham lama terdilusi maksimal 9,09%. Safire Capital Pte. Ltd sebagai pemegang saham utama diperkirakan mengalami penurunan kepemilikan dari 61,62% menjadi 56,02%. Sementara porsi PT Victoria Investama Tbk turun dari 11,40% menjadi 10,36%.

BIPP akan menggunakan dana hasil PMTHMETD untuk pengembangan usaha dan tambahan modal kerja. Setoran modal dilakukan dalam bentuk uang tunai.

Pelaksanaan private placement dapat dilakukan sekaligus atau secara bertahap. Jangka waktunya maksimal dua tahun sejak RUPSLB menyetujui PMTHMETD pada 25 September 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads