Pada penutupan perdagangan saham Kamis (6/12/2007), IHSG naik tajam 27,341 poin (0,99%) ke level tertingginya 2.795,399.
Investor tidak menduga BI berani menurunkan suku bunga, meski sebenarnya sinyal penurunan BI Rate mencuat ketika inflasi November sangat kecil hanya 0,18%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alfatih memperkirkan dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan IHSG berpeluang menuju level 3.000-3.200.
Indeks LQ-45 naik 7,312 poin (1,2%) ke posisi 617,817 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,501 poin (0,7%) ke level 503,940.
Perdagangan diseluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 73.097 kali, dengan volume 4,576 miliar unit saham, senilai Rp 7,344 triliun. Sebanyak 110 saham naik, 74 saham turun dan 65 saham stagnan.
Saham-saham yang masih naik harganya di top gainer adalah, Timah (TINS) naik Rp 750 menjadi Rp 29.900, Barito Pacific (BRPT) naik Rp 375 menjadi Rp 3.025, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 250 menjadi Rp 4.650, Telkom (TLKM) naik Rp 200 menjadi Rp 11.100 dan Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 200 menjadi Rp 7.450.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 26.450, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 150 menjadi Rp 15.500 dan Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 50 menjadi Rp 5.200. (ir/qom)











































