Kerugian tersebut akibat perseroan harus mencadangkan aktiva produktif dalam laporan keuangannya.
"Ini akibat penyesuaian peraturan Bank Indonesia yang baru, PBI nomor 8/6/PBI/2006, perusahaan multifinance diharuskan menerapkan ketentuan provisi (pencadangan aktiva produktif). Akibat provisi itu laba perseroan akhir tahun ini masih akan terus tergerus," terang Presiden Direktur Wom Finance Suwandi Wiratno di Hotel Alila Pecenongan, Jakarta, Kamis (6/12.2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski merugi sampai akhir tahun ini, Suwandi menyatakan arus kas perseroan masih positif. Hal ini akibat pendapatan perseroan tetap tumbuh yang disokong prediksi tercapainya target pembiayaan sepeda motor Rp 4,5 triliun sampai akhir tahun 2007.
Sampai September 2007, pembiayaan motor perseroan telah mencapai Rp 3,345 triliun atau 70% dari target 2007. Pembiayaan tersebut meningkat 16,2% dari tahun sebelumnya Rp 2,875 triliun.
Suwandi juga optimistis tahun depan WOM Finance sudah akan kembali mencetak laba. "Untuk tahun depan perseroan yakin tidak akan merugi karena pencadangannya tidak sebanyak tahun ini," tuturnya.
Tahun 2008 perseroan menargetkan pembiayaan sebesar Rp 5,5 triliun atau setara dengan 550 ribu unit. Pendanaan pembiayaan tahun depan sebagian besar akan berasal dari BII.
"Kami akan meningkatkan porsi pinjaman pada BII menjadi 35% dan mengurangi pinjaman bank lainnya," tambahnya. (ard/ir)











































