Pada perdagangan Jumat (7/12/2007), rupiah dibuka menguat tipis ke level 9.265 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.275 per dolar AS.
Aliran modal kembali masuk setelah BI menurunkan BI Rate. Hal itu terlihat dari penguatan IHSG yang cukup signifikan. Demikian pula pasar obligasi yang semakin pulih.
Sementara dolar AS kembali melemah terhadap euro setelah Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan proyeksi inflasi untuk tahun 2007. ECB juga memberi sinyal akan ada kenaikan suku bunga pada tahun 2008 akibat ekspektasi inflasi itu.
Pelaku pasar langsung bereaksi setelah ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di levle 4%. Sementara Bank Sentral Inggris (BoE) memutuskan untuk menurunkan suku bunganya 25 basis poin menjadi 5,5%.
Pada perdagangan kemarin di New York, euro menguat ke level 1,4633 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4612 dolar. Euro juga menguat atas yen ke posisi 162,84 yen, dibandingkan sebelumnya di 162,03 yen.
(qom/qom)











































