TPIA Buka Terminal Cilegon untuk Umum, Sementara CBRE Siapkan Rights Issue Rp 1,27 T

TPIA Buka Terminal Cilegon untuk Umum, Sementara CBRE Siapkan Rights Issue Rp 1,27 T

- detikFinance
Rabu, 02 Sep 2026 08:49 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
TPIA Buka Terminal Cilegon untuk Umum, Sementara CBRE Siapkan Rights Issue Rp 1,27 T
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Di pasar saham, IHSG ditutup naik 1,14% ke level 6.599,94 pada perdagangan Selasa (1/9). Kenaikan indeks didorong sejumlah saham perbankan besar.

BBRI naik 4,00%, BBCA menguat 1,93%, dan BMRI bertambah 2,13%. Ketiga saham tersebut menjadi kontributor utama IHSG dengan bobot masing-masing 18,97, 11,03, dan 7,35.

Di sisi lain, DCII turun 3,95%, EMAS terkoreksi 8,33%, dan BRMS melemah 2,67%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor asing mencatatkan net buy Rp1,76 triliun di pasar reguler. Jika memperhitungkan seluruh pasar, nilai net buy asing mencapai Rp2,03 triliun.

Dari 11 sektor saham, 9 sektor berakhir menguat. Sektor Industrials mencatat kenaikan 3,71%, sedangkan Basic Materials turun 0,56%.

ADVERTISEMENT

Penguatan IHSG terjadi saat pasar saham Amerika Serikat justru bergerak turun. Dow Jones melemah 0,79% ke 52.766, S&P 500 turun 0,71% ke 7.631, dan Nasdaq terkoreksi 1,03% ke 26.099.

Sementara itu, ETF EIDO naik 1,57% dan indeks MSCI Indonesia menguat 2,08%.

Berita Emiten

  1. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

TPIA membuka akses terminal miliknya di Cilegon, Banten, untuk pengguna eksternal. Di sisi lain, Cakra Buana Resources Energi (CBRE) menyiapkan rights issue hingga Rp1,27 triliun. Kabar dari sejumlah emiten ini terjadi saat IHSG menguat pada perdagangan Selasa (1/9).

Melalui PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN), TPIA telah memperoleh Perizinan Berusaha Pengoperasian Terminal Umum dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Dengan izin tersebut, fasilitas terminal dapat melayani pengguna eksternal.

Terminal yang berada di Cilegon tersebut memiliki tiga dermaga. Dermaga A mempunyai kapasitas hingga 80.000 DWT, sedangkan Dermaga B dan C masing-masing memiliki kapasitas 6.000 DWT dan 10.000 DWT.

Fasilitas itu dapat digunakan untuk kegiatan bongkar muat berbagai produk kimia dan petroleum cair. Produk yang dapat ditangani antara lain naphtha, LPG, propylene, ethylene, py-gas, raffinate-1, butadiene, dan PFO.

Terminal TPIA juga terhubung dengan fasilitas tank farm berkapasitas 501.606 m³. Fasilitas tersebut terdiri dari 56 tangki, dengan 25 tangki atmosferik untuk produk kimia cair dan 31 tangki bertekanan untuk produk gas cair.

  1. Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)

MKPI menargetkan pendapatan dan laba tumbuh di atas 10% pada 2026. Emiten pengelola Pondok Indah Mall itu mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026.

Pendapatan MKPI mencapai Rp1,36 triliun pada 1H26, meningkat dibandingkan Rp1,20 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih juga naik menjadi Rp594,38 miliar dari Rp480,12 miliar pada 1H25.

Pendapatan sewa masih menjadi sumber utama dengan nilai Rp1,04 triliun. Dari jumlah tersebut, segmen mal memberikan kontribusi Rp687,46 miliar atau sekitar 75% dari total pendapatan sewa.

MKPI memperkirakan pertumbuhan bisnis berikutnya mendapat dukungan dari Pondok Indah Mall 5 (PIM 5), yang mulai beroperasi pada April 2026. Meski demikian, tingkat okupansi tenant di PIM 5 masih belum mencapai kondisi yang ditargetkan.

Selain itu, MKPI mengalokasikan belanja modal sekitar Rp300 miliar. Dana tersebut antara lain digunakan untuk pembangunan jembatan penghubung PIM 3-PIM 5, gedung parkir PIM 1, serta renovasi bekas Transmart Lebak Bulus menjadi bagian dari Pondok Indah Mall.

  1. Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE)

CBRE akan melakukan penambahan modal melalui PMHMETD atau rights issue. Perseroan menetapkan rasio 100:260 dengan jumlah saham baru yang diterbitkan maksimal 11,80 miliar saham.

Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp25 per saham dan setara dengan 72,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD I.

CBRE menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp108 per saham. Dengan jumlah saham yang ditawarkan, perseroan berpotensi mendapatkan dana hingga Rp1,27 triliun.

Sebesar Rp858,60 miliar dari dana tersebut akan digunakan untuk mengonversi utang menjadi modal disetor. Utang tersebut berasal dari kewajiban kepada PT Garuda Nusantara Mineral, PT Saga Investama Sedaya, Yafin Tandiono Tan, dan Hilong Shipping Holding Limited.

Sisa dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya-biaya terkait akan digunakan sebagai modal kerja perseroan. Bagi pemegang saham lama yang tidak mengambil haknya, aksi korporasi ini dapat menyebabkan dilusi kepemilikan maksimal 72,22%.

Perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 6-12 November 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • BGTG - Buy 121-123 | TP 125-128 | SL 114

  • BUMI - Buy 200-206 | TP 210-214 | SL 193

  • MEDC - Buy 1440-1455 | TP 1470-1500 | SL 1370

  • UNTR - Buy 25450-25550 | TP 26000-26550 | SL 24100

  • BUVA - Buy 775-790 | TP 800-810 | SL 730

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads