Seperti pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu (7/12/2007) IHSG turun 16,452 poin (0,59%) ke posisi 2.778,947. Padahal pada perdagangan sesi I, IHSG sempat melonjak 18,603 poin (0,67%) ke rekor baru 2.814,002.
Demikian pula IHSG di awal perdagangan Kamis pekan lalu (6/12/2007) bahkan sempat menembus level 2.802,675. Tapi level 2.800 sulit bertahan hingga penutupan sesi I.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekspektasi the Fed bakal menurunkan suku bunga membuat investor kembali menabung saham-saham blue chip.
Terlebih meroketnya lagi saham Perusahaan Gas Negara (PGN), setelah pekan lalu tertetakan sentimen negatif kerusakan pipa, ikut melambungkan IHSG.
Perdagangan sesi I mencatat transaksi sebanyak 26.978 kali, dengan volume 1,365 miliar unit saham, senilai Rp 2,311 triliun. Sebanyak 79 saham naik, 62 saham turun dan 60 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.700 menjadi Rp 28.550, PGN (PGAS) naik Rp 1.000 menjadi Rp 16.500, dan International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 1.000 menjadi Rp 96.000.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 100 menjadi Rp 12.000, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 6.050 dan Barito Pacific (BRPT) turun Rp 25 menjadi Rp 2.975.
Sementara rupiah pada perdagangan pukul 12.00 WIB menguat 22 poin ke posisi 9.245 per dolar AS.
(ir/qom)











































