WINR Perbesar Porsi Laxo Jadi 90%, ERAA Gelontorkan Rp500 M untuk Buyback Saham

WINR Perbesar Porsi Laxo Jadi 90%, ERAA Gelontorkan Rp500 M untuk Buyback Saham

- detikFinance
Jumat, 04 Sep 2026 09:04 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
WINR Perbesar Porsi Laxo Jadi 90%, ERAA Gelontorkan Rp500 M untuk Buyback Saham
Ilustrasi saham pada latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Di tengah kabar korporasi tersebut, IHSG mengakhiri perdagangan Kamis (3/9/2026) di zona hijau. Indeks naik 1,09% ke level 6.667,89.

Penguatan IHSG antara lain didorong saham PT Astra International Tbk (ASII) yang melesat 4,34%. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,50%, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 2,29%.

Sebaliknya, sejumlah saham justru tertekan. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) turun 11,82%, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) melemah 4,63%, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) terkoreksi 2,14%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp1,11 triliun di pasar reguler. Jika dihitung di seluruh pasar, nilai pembelian bersih mencapai Rp1,07 triliun.

Aliran dana asing tersebut banyak masuk ke saham berkapitalisasi besar. BMRI mencatat pembelian bersih Rp471,38 miliar, BBCA Rp207,10 miliar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp131,92 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp108,95 miliar.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan sektor, sembilan dari 11 sektor berakhir menguat. Transportasi dan logistik menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi, yakni 2,45%. Sementara itu, sektor teknologi turun paling dalam sebesar 1,62%.

Sentimen positif juga datang dari pasar saham Amerika Serikat. Dow Jones naik 1,18% ke 53.686, S&P 500 bertambah 1,06% ke 7.747, sedangkan Nasdaq menguat 1,40% ke 26.584.

Dua indeks offshore yang menjadi salah satu acuan investor terhadap pasar Indonesia, yakni ETF EIDO dan MSCI Indonesia, masing-masing menguat 1,69% dan 1,43%.

Di sisi pasar modal domestik, perkembangan aturan mengenai demutualisasi BEI juga menjadi perhatian. OJK menargetkan aturan terkait demutualisasi BEI terbit pada September 2026. Proses internal disebut telah selesai dan kini masuk tahap harmonisasi dengan Kementerian Hukum.

Dalam rancangan aturan tersebut, kepemilikan saham BEI secara umum dibatasi maksimal 5% untuk setiap pihak, baik Anggota Bursa maupun non-Anggota Bursa. Namun, pemegang saham strategis seperti Danantara, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan dapat memiliki saham lebih dari 5% setelah melalui proses penelitian dan persetujuan OJK.

RUPSLB BEI yang sebelumnya dijadwalkan pada 15 September 2026 juga berpotensi mengalami perubahan jadwal. Hal itu berkaitan dengan menunggu terbitnya aturan tersebut, yang nantinya memungkinkan pihak non-Anggota Bursa ikut menjadi pemegang saham BEI.

Berita Emiten

Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR)

WINR memperbesar target kepemilikan di perusahaan penyedia layanan internet PT Laxo Global Akses menjadi 90%. WINR sebelumnya menargetkan kepemilikan 60% di Laxo.

Kini, target tersebut dinaikkan menjadi 90% melalui penambahan setoran modal. Saat ini, WINR baru menguasai 8,50% saham Laxo.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi WINR untuk menghubungkan bisnis layanan internet dengan proyek-properti yang dikembangkan perseroan. Layanan Laxo nantinya dapat dikemas dalam bentuk bundling bersama proyek properti WINR, termasuk melalui konsep smart connectivity.

Perseroan juga melihat bisnis tersebut dapat memperkuat sumber pendapatan berulang. Laxo telah menjangkau 30 kota dengan basis pelanggan yang terdiri atas lebih dari 100 perusahaan dan instansi pemerintah serta sekitar 10.000 pelanggan ritel.

Dari bisnis tersebut, Laxo mencatatkan pendapatan Rp22,83 miliar pada semester I-2026. Dengan peningkatan kepemilikan, kontribusi bisnis Laxo diharapkan semakin besar terhadap kinerja WINR ke depan.

Secara teknikal, pergerakan saham WINR berpotensi mengarah ke level Rp26 setelah mampu ditutup di atas EMA 21.

Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)

ERAA menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk membeli kembali saham perseroan dari kas internal.

Posisi kas dan setara kas ERAA pada semester I-2026 tercatat Rp1,31 triliun. Dalam rencana tersebut, jumlah saham yang dapat dibeli kembali mencapai maksimal 797,50 juta lembar atau sekitar 5% dari modal disetor.

Jumlah tersebut masih di bawah batas maksimal 20% yang diperbolehkan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Aksi pembelian kembali saham akan dilakukan selama tiga bulan, terhitung mulai 4 September sampai 4 Desember 2026.

Berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, setelah aksi tersebut total aset ERAA diperkirakan menjadi Rp28,36 triliun dari sebelumnya Rp28,86 triliun. Ekuitas juga diproyeksikan turun menjadi Rp9,68 triliun dari Rp10,18 triliun.

Meski demikian, laba bersih dan laba per saham (EPS) diperkirakan tetap, dengan EPS berada di level Rp75,68.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads