Semen Gresik Incar Pangsa Pasar 45% di 2008

Semen Gresik Incar Pangsa Pasar 45% di 2008

- detikFinance
Senin, 10 Des 2007 14:37 WIB
Jakarta - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) mengincar pangsa pasar 45% untuk penjualan semen nasional tahun 2008. Selama ini pangsa pasar Semen Gresik di kisaran 44-46%.

"Di 2008 permintaan semen masih akan meningkat 6 persen, pangsa pasar perseroan di 2008 diprediksikan sebesar 45 persen dari total permintaan," kata Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto dalam jumpa pers usai RUPSLB perseroan di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (10/12/2007).

Sampai Oktober 2007, penjualan perseroan sudah mencapai 14 juta ton atau meningkat
3,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semen Gresik saat ini menguasai sekitar 44,6% pangsa pasar semen domestik. Posisi berikutnya ditempati PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dengan pangsa 30,7%, lalu PT Holcim Indonesia Tbk (14,3%). Sisanya oleh pabrik semen lainnya, yakni Semen Andalas (Aceh), Semen Baturaja (Palembang), Semen Bosowa (Sulawesi Selatan), dan Semen Kupang (Nusa Tenggara Timur).

Pangsa pasar nasional Semen Gresik tahun 2006 sebesar 46,9 persen dan tahun 2005 sebesar 45,4 persen.

Sementara kapasitas produksi Semen Gresik di 2012 akan menjadi 23,5 juta ton per tahun setelah ada penambahan 2 pabrik baru berkapasitas masing-masing 2,5 juta ton per tahun.

"Tapi untuk 2009 kapasitas produksi kita juga bertambah menjadi 18,5 juta ton per
tahun dari hasil upgrading atau peningkatan kapasitas pabrik yang sudah ada,"
tuturnya.

Selain itu Dwi mengatakan bahwa untuk pembangunan PLTU berbahan bakar batubara yang akan dibangun oleh perseroan, hal ini dapat meningkatkan efisiensi biaya produksi
karena biaya listrik PLN tiap tahun bertambah.

"Pembangunan PLTU ini untuk memasok listrik untuk kebutuhan 300 hari per tahun untuk proses produksi kami, sehingga cost lebih murah dan harga tetap kompetitif,"
ujarnya.

Untuk pengadaan batubara ini, Dwi mengatakan bahwa perseroan akan mencari
produsen yang menawarkan harga paling murah dan kompetitif.

"Kami juga mempertimbangkan lokasi PLTU-nya sehingga dicari produsen yang lokasinya terdekat sehingga ongkos transportasinya murah, sampai saat ini sudah cukup banyak penjajakan kepada produsen batubara," tuturnya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads