Estimasi laba bersih sampai akhir tahun 2007 ini lebih rendah dari realisasi laba bersih perseroan per 30 September 2007 yang sebesar Rp 1,047 miliar.
Menurut Corporate Secretary TKGA, Antonius Praviedya Poernomo, penurunan laba bersih di akhir tahun itu karena realisasi penjualan Oktober yang rendah. Karena bulan Oktober perseroan mencatat kerugian Rp 404 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan ini disebabkan oleh penjualan akhir tahun yang memang cenderung rendah.
Dari sisi pendapatan diestimasikan sampai akhir 2007 sebesar Rp 1,08 triliun dibanding tahun 2006 sebesar Rp 1,047 triliun. Sementara realisasi sampai September 2007 sebesar Rp 815,68 miliar.
Antonius mengatakan, penjualan mayoritas masih dikontribusi oleh bisnis valas sebesar 80,8%. Sisanya 19,2% merupakan kontribusi buku dan alat tulis.
Porsi pendapatan valas sampai September 2007 ini lebih rendah dibanding akhir tahun lalu 82,3%. Menurut Antonius ke depannya perseroan tetap akan meningkatkan kontribusi penjualan buku dan alat tulis.
Meskipun kontribusi pendapatan valas tinggi namun margin kotornya jauh lebih rendah dibanding margin penjualan buku dan alat tulis.
"Gross margin dari valas 0,4% dan buku bisa sampai 30%. Jadi ke depan kita akan fokus pada penjualan buku dan alat tulis," katanya.
Toko Gunung Agung akan memperbanyak penjualan buku dan alat tulis impor tahun 2008. (ir/qom)











































