Dengan bantuan itu, diharapkan pasar modal Indonesia bisa semakin kokoh dan kompetitif untuk mendukung tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Bantuan yang masuk dalam 'Capital Market Development Program Cluster' itu akan diimplementasikan untuk dua subprogram.
Utangan tahap pertama yang dikucurkan sebesar US$ 300 juta. Sementara utang tahap kedua akan diberikan 10 bulan setelah subprogram pertama efektif dan mendapat persetujuan dari Dewan ADB. Indonesia diharapkan bisa meminjam antara US$ 200-300 juta untuk subprogram kedua.
Sedangkan US$ 700 juta akan diberikan dalam bentuk hibah. Financial Sector Development Partnership Fund, yang dibentuk pemerintah Luxemburg akan menambahkan hibah untuk program ini sebesar US$ 500.000.
ADB dalam siaran persnya, Senin (10/12/2007) menyatakan, program ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan keterbukaan informasi di pasar modal, dan memungkinkan penilaian pasar pada instrumen investasi berpendapatan tetap.
Program ADB ini juga ditujukan untuk meningkatkan pasar finansial yang lebih mendalam dan likuid, memperbaiki pengawasan, perlindungan investor, memperkuat tata kelola dan kapasitas SDM.
"Ini adalah pembangunan kepercayaan yang penting di pasar modal dan institusinya. Reformasi ini akan memperkuat perlindungan investor dan akan meningkatkan pangsa sektor finansial non bank terhadap total aset finansial," ujar Valliyoor Subramanian, Principal financial sector specialist for capital markets ADB untuk Asia Tenggara.
Reformasi yang diterapkan di bawah program ADB diharapkan mampu meningkatkan pengembangan instrumen finansial baru, beberapa bentuk intermediasi baru dan meningkatkan efisiensi pasar finansial dalam menghitung risiko.
"Bersamaan dengan meluasnya reformasi ekonomi yang dilakukan Indonesia, maka pengembangan pasar modal akan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan produktivitas, generasi tenaga kerja dan stabilitas pasar finansial," ujar James Nugent, country director ADB untuk Indonesia.
(qom/ir)











































