Temasek Tambah Kepemilikan, Transaksi Saham BII Melonjak

Temasek Tambah Kepemilikan, Transaksi Saham BII Melonjak

- detikFinance
Selasa, 11 Des 2007 10:04 WIB
Jakarta - Saham PT Bank Internasional Indonesia (BII) mencatat nilai transaksi terbesar pada perdagangan Selasa pagi ini, karena terimbas sentimen Temasek menambah kepemilikannya di bank tersebut.

Pada perdagangan saham pukul 09.52 JATS, Selasa (11/12/2007) saham BII dengan kode BNII naik Rp 10 (3,64%) ke posisi 285 per saham.

Saham BII mencatat nilai transaksi tertinggi pagi ini sebesar Rp 51,7 miliar dengan frekuensi 460 kali dan jumlah saham sebanyak 365.475 saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temasek Holding sudah melaporkan ke Bank Indonesia soal penambahan sahamnya di Konsorsium Sorak. Konsorsium ini menguasai 56,24% saham di BII.

Semula kepemilikan saham Temasek di konsorsium Sorak 50,02% tapi kini menjadi 75%. Temasek membeli saham milik anggota konsorsium lain yakni ICB Finansial Group Holding Malaysia 20% dan Barclays 4,98 persen.

Sehingga pemilik saham Konsorsium Sorak tinggal Temasek 75% dan Kookmin asal Korea Selatan 25%.

Pelaku pasar menduga penambahan saham Temasek di BII adalah upaya pemegang saham untuk melakukan penggabungan dengan Bank Danamon. Pemilik lebih dari dua bank kini tengah bersiap untuk melakukan konsolidasi karena aturan BI soal kepemilikan tunggal (SPP) harus sudah dipenuhi akhir 2007 ini.

Sebelumnya Khazanah Nasional Bhd dan Bumiputra Commerce Holdings Bhd yang masing-masing memiliki saham di PT Bank Lippo Tbk dan PT Bank Niaga Tbk mengatakan akan mengumumkan soal kepemilikan mereka di dua bank itu pada Desember ini.

Khazanah melalui Santubong Investment BV memiliki 86,52% saham Bank Lippo. Khazanah merupakan pemegang saham utama Bumiputra Commerce Holdings Bhd. Sedangkan Bumiputra Commerce Holdings Bhd memiliki 62% saham di Bank Niaga. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads