Sona Topas akan Buka Duty Free Shop di 3 Negara

Sona Topas akan Buka Duty Free Shop di 3 Negara

- detikFinance
Selasa, 11 Des 2007 12:16 WIB
Jakarta - Perusahaan yang bergerak disektor pariwisata, PT Sona Topas Tourism Industry Tbk akan membuka duty free shop atau toko bebas bea ke China, Vietnam dan Filipina tahun 2008. Sebelumnya perseroan ini telah memiliki toko sejenis di Indonesia dan Singapura.

"Kami tengah menjajaki untuk melakukan ekspansi di tiga negara tersebut, saat ini di luar negeri sudah ekspansi ke Singapura," kata Presdir PT Sona Topas Tourism Industry Tbk Budi Setiawan usai RUPSLB di gedung BEJ, Jalan Sudirman, Selasa (11/12/2007).

Perseroan akan melakukan ekspansi lokal di bandara Soekarno-Hatta Jakarta dengan membuka toko bebas bea di tahun 2008. Tahun ini perseroan telah menuntaskan ekspansi di bandara Ngurah Rai Bali dengan membuka toko seluas 750 m2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya ekspansi duty free shop akan terus dilakukan karena lebih dari 80 persen pendapatan perseroan berasal dari sektor ini. Sisanya dari mall 7 persen dan ticketing kurang dari 5 persen.

"Tahun ini perseroan menargetkan total penjualan dari duty free ahop Rp 40 miliar atau US$ 42 juta, dari mall Rp 30 miliar sehingga total pendapatan Rp 450 miliar di akhir tahun ini. Di 2008 dengan ekspansi yang akan dilakukan pendapatan ditargetkan naik sekitar Rp 500 miliar," terangnya.

Ia menjelaskan, pelanggan duty free shop kebanyakan asal Jepang dan Rusia, rata-rata konsumen Jepang berbelanja sekitar US$ 80 per orang, sementara Rusia sekitar US$ 120 per orang.

RUPSLB hari ini mensetujui pengalihan 2 bidang tanah dan bangunan yang dimiliki anak perusahaan yakni PT Inti Dufree Promosindo seluas 17,1 ribu meter persegi, dan luas bangunan 1,475 ribu meter kepada PT Trecise Pacific Realty.

"Harga pengalihan bangunan dan tanah dihargai Rp 150,1 miliar, uang hasil pengalihan tersebut untuk jaminan obligasi konvensional sebesar Rp 100 miliar yang jatuh tempo tahun 2009," ujarnya.

Budi menambahkan mengingat kontribusi dari toko yang dialihkan memberikan kontribusi 60 persen dari pendapatan perseroan, maka toko yang bernama Bali Galeria tersebut disewa kembali selama 30 tahun dengan harga sewa Rp 11,85 miliar per tahun.
(arn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads