Simak Rekomendasi Saham saat IHSG Loyo

Simak Rekomendasi Saham saat IHSG Loyo

- detikFinance
Selasa, 08 Sep 2026 08:32 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Simak Rekomendasi Saham saat IHSG Loyo
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (7/9/2026) di zona merah. IHSG turun 0,25% ke level 6.619,67.

Sejumlah saham bergerak naik dan menjadi pendorong perdagangan. BUMI tercatat naik 4,76%, sedangkan IMPC dan AADI masing-masing menguat 4%. Sebaliknya, SMMA mengalami penurunan 5,82%. Saham BBCA turun 1,12% dan BBRI melemah 0,59%.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp590,18 miliar di pasar reguler. Jika dihitung di seluruh pasar, penjualan bersih asing mencapai Rp678,54 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 11 sektor yang diperdagangkan, enam sektor berakhir melemah. Sektor keuangan mencatat penurunan 0,76%, sementara sektor industri naik 1,25%.

Aktivitas perdagangan saham Amerika Serikat tidak berlangsung pada 7 September 2026 karena libur Labor Day. Perdagangan Wall Street dijadwalkan kembali dibuka pada 8 September 2026.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, indeks IDXHealthcare menguat 0,82%. Pergerakan tersebut antara lain terlihat pada MEDS, DKHH, KAEF, HALO, SOHO, dan IRRA. Di pasar offshore, indeks MSCI Indonesia terkoreksi 0,59%.

Berita Emiten

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS)

DMAS mencatat prapenjualan sebesar Rp1,15 triliun hingga semester I 2026. Capaian tersebut sudah mencapai sekitar 55% dari target prapenjualan sepanjang tahun yang ditetapkan sebesar Rp2,08 triliun.

Dengan demikian, DMAS masih perlu membukukan sekitar Rp930 miliar pada semester II 2026 untuk mencapai target tersebut. Prapenjualan DMAS pada paruh pertama tahun ini banyak ditopang segmen industri, terutama permintaan lahan untuk data center. Total permintaan lahan industri tercatat sekitar 85 hektare, dengan sekitar 75% atau kurang lebih 64 hektare berasal dari sektor data center.

Permintaan tersebut didukung fasilitas kawasan GIIC/Deltamas yang memiliki pasokan listrik premium hingga 1.000 MVA. Kawasan ini juga dilengkapi jaringan fiber optic dengan sistem redundansi, sistem looping untuk air bersih dan air daur ulang, serta pusat komando data dan keamanan.

Dari sisi ketersediaan lahan, DMAS memiliki land bank sekitar 581 hektare per 30 Juni 2026. Rinciannya terdiri dari 357 hektare lahan komersial, 164 hektare residensial, dan 60 hektare lahan industri.

Jumlah permintaan lahan industri sebesar 85 hektare tersebut sudah lebih besar dibandingkan sisa lahan industri sekitar 25 hektare. Kondisi ini membuat DMAS mempertimbangkan konversi sebagian lahan komersial dan residensial untuk memenuhi kebutuhan lahan, khususnya dari sektor data center.

PT MPX Logistics International Tbk (MPXL)

MPXL menyiapkan ekspansi ke bisnis angkutan batu bara menggunakan kapal tongkang. Rencana tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027.

Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan bisnis MPXL yang juga tengah mengembangkan perdagangan batu bara melalui PT Tambang Raya Sejahtera.

Kinerja MPXL pada semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan. Perseroan membukukan pendapatan Rp73,12 miliar, naik 28,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp56,77 miliar.

Segmen jasa ekspedisi menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai Rp50,98 miliar. Angka tersebut meningkat 54,50% secara tahunan.

MPXL menyebut realisasi bisnis hingga saat ini telah mencapai sekitar 85% dari target yang ditetapkan untuk 2026. Namun, aktivitas perdagangan batu bara masih menghadapi tantangan berupa pembatasan RKAB pada sejumlah tambang di Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Jika ekspansi angkutan menggunakan kapal tongkang berjalan sesuai rencana, MPXL akan mengembangkan kegiatan logistik dari sisi perdagangan hingga transportasi batu bara. Bisnis tersebut juga ditargetkan menjadi sumber pendapatan baru mulai 2027.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

BMRI akan membagikan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham. Dengan jumlah saham beredar sekitar 93,33 miliar lembar, total dividen interim yang disiapkan mencapai sekitar Rp6,16 triliun.

Pembagian dividen tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 20,26% dari laba bersih Bank Mandiri pada semester I 2026. Sementara itu, saham BMRI pada perdagangan Senin (7/9/2026) ditutup di level Rp4.390 per saham. Berdasarkan harga tersebut, dividen interim Rp66 per saham menghasilkan dividend yield sekitar 1,50%.

Cum date dividen untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 15 September 2026. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan pada 2 Oktober 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads