Wall Street Kecewa The Fed

Wall Street Kecewa The Fed

- detikFinance
Rabu, 12 Des 2007 07:59 WIB
Jakarta - Bursa saham di Wall Street merespons negatif hasil keputusan the Fed yang hanya memangkas suku bunga 0,25%. Pasar semula berharap the Fed berani menurunkan bunga lebih besar.

Penurunan bunga 25 basis poin menjadi 4,25% dinilai tidak akan banyak berpengaruh terhadap ekonomi AS yang kini justru membutuhkan insentif lebih besar untuk bangkit dari kelesuan.

Indeks Dow Jones pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (11/12/2007) turun hingga 294,26 poin (2,14%) ke posisi 13.432,77. Indeks Nasdaq turun 66,6 poin (2,45%) ke level 2.652,35 dan S&P turun 38,31 poin (2,53%) menjadi 1.477,65.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku pasar menilai pemangkasan 0,25% tidak banyak membantu masalah kredit macet di sektor perumahan yang menjadi pemicu melemahnya ekonomi AS. Dengan penurunan sebesar itu bunga kredit yang harus dibayar konsumen AS masih tinggi.

Turunnya saham di Wall Street diperkirakan juga bisa menular ke bursa Asia termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bisa berbalik arah ke jalur merah.

Sementara pada penutupan perdagangan Selasa kemarin (11/12/2007) IHSG melonjak 20,697 poin (0,74%) ke posisi tertingginya dalam sejarah bursa 2.810,962.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas


Pasar regional bergerak naik didorong oleh antisipasi penurunan Fed Fund Rate. Kami menilai tertembusnya level 2.800 kemarin merefleksikan antisipasi pasar atas penurunan tersebut. Dari bentuk pergerakannya, meskipun kemarin naik cukup signifikan, IHSG masih bergerak dalam pola konsolidasi. Beberapa indikator bahkan menunjukkan IHSG sudah overbought. Kami rekomendasikan untuk melakukan selective buy terhadap saham-saham blue chip. Kisaran support - resistance 2.794 - 2.835.

Bhakti Securities

Menjelang pengumuman The Fed mengenai besaran suku bunga Amerika Serikat indeks bereaksi positif dengan menguat sebesar 0,74% menjadi 2.810 mengikuti pergerakan bursa regional. Kondisi indeks yang telah menguat 1,15% dalam dua hari perdagangan mengindikasikan indeks telah memfaktorkan penurunan suku bunga FFR sebesar 25%, sehingga jika FFR turun lebih dari itu maka indeks berpeluang untuk melanjutkan rally-nya. Kisaran indeks harian 2.767 - 2.852.

Optima Investama

Indeks akhirnya mampu melewati level psikologis di  2.800 dengan dukungan regional
yang menguat. Hasil dari Fed Meeting menjadi perhatian investor seluruh dunia
termasuk Indonesia. Indeks bakal mendekati 2.850 jika The Fed menurunkan kembali
suku bunganya, apalagi dilihat dari trennya, indeks dalam kondisi bullish. Indeks
diperkirakan menguat dengan kisaran 2.790 - 2.830 dengan saham pilihan DEWA, TINS,
BBRI, CTRS dan ANTM. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads