Pada penutupan perdagangan sesi siang, Rabu (12/12/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 24,999 poin (0,89%) ke level 2.785,963.
Bursa Wall Street merespons negatif keputusan the Fed yang hanya memangkas suku bunga 0,25%. Padahal pasar berharap pemotongan bunga lebih besar untuk menggerakkan ekonomi AS yang lesu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan saham sesi I mencatat transaksi 36.912 kali, dengan volume 4,069 miliar unit saham, senilai Rp 7,122 triliun. Sebanyak 45 saham naik, 123 saham turun dan 45 saham stagnan.
Saham-saham yang anjlok harganya di top losser antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 300 menjadi Rp 16.200, Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 27.500, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 10.950.
Sedangkan saham-saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer antara lain, Mitra Rajasa (MIRA) naik Rp 160 menjadi Rp 780, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 75 menjadi Rp 4.600 dan Bank Internasional Indonesia (BNII) naik Rp 10 menjadi Rp 300.
Sementara rupiah pada perdagangan pukul 12.00 WIB, meluncur 51 poin ke posisi 9.316 per dolar AS.
Pelaku pasar global diduga mulai melakukan pembalikan arah investasi ke mata uang keras karena belum stabilnya ekonomi global.
Penurunan bunga the Fed 0,25% menjadi 4,25% dinilai pelaku pasar tidak akan memberikan stimulus bagi perekonomian AS.
(ir/arn)











































