"Biasa kan akhir tahun banyak yang perlu dolar. Ini juga tidak ada pengaruhnya dari penurunan the Fed. Kalau ada pengaruhnya justru makin banyak yang masuk dan menguatkan rupiah," kata Direktur Direktorat Penelitian dan Pengembangan Perbankan BI, Halim Alamsyah.
Hal itu diungkapkan Halim disela-sela ABN AMRO Economic Conference yang berlangsung di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Rabu (12/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak ada target untuk akhir tahun," cetus Halim.
Rupiah pada perdagangan pukul 12.00 WIB, Rabu (12/12/2007) meluncur 51 poin ke posisi 9.316 per dolar AS.
Pelaku pasar global diduga mulai melakukan pembalikan arah investasi ke mata uang keras karena belum stabilnya ekonomi global.
Penurunan bunga the Fed 0,25% menjadi 4,25% dinilai pelaku pasar tidak akan memberikan stimulus bagi perekonomian AS. (ir/ir)










































