BI: Rupiah Biasa Melemah di Penutupan Tahun

BI: Rupiah Biasa Melemah di Penutupan Tahun

- detikFinance
Rabu, 12 Des 2007 12:41 WIB
Jakarta - Pelemahan rupiah yang siang ini tembus hingga 9.316 per dolar AS dinilai Bank Indonesia (BI) sebagai hal yang wajar. BI menolak jika pelemahan rupiah dikaitkan dengan penurunan bunga the Fed.

"Biasa kan akhir tahun banyak yang perlu dolar. Ini juga tidak ada pengaruhnya dari penurunan the Fed. Kalau ada pengaruhnya justru makin banyak yang masuk dan menguatkan rupiah," kata Direktur Direktorat Penelitian dan Pengembangan Perbankan BI, Halim Alamsyah.

Hal itu diungkapkan Halim disela-sela ABN AMRO Economic Conference yang berlangsung di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Rabu (12/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Halim mengaku tidak mematok target khusus untuk rupiah sampai akhir tahun ini, karena pergerakannya berdasarkan perilaku di pasar.

"Enggak ada target untuk akhir tahun," cetus Halim.

Rupiah pada perdagangan pukul 12.00 WIB, Rabu (12/12/2007) meluncur 51 poin ke posisi 9.316 per dolar AS.

Pelaku pasar global diduga mulai melakukan pembalikan arah investasi ke mata uang keras karena belum stabilnya ekonomi global.

Penurunan bunga the Fed 0,25% menjadi 4,25% dinilai pelaku pasar tidak akan memberikan stimulus bagi perekonomian AS. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads