NexAl Targetkan Rp 2,54 T dari Rights Issue, Bakal Kembangkan Al Data Center

NexAl Targetkan Rp 2,54 T dari Rights Issue, Bakal Kembangkan Al Data Center

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB
1. Warga mengamati papan layar IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (4/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah sepanjang perdagangan sesi I hari ini, Kamis (4/6). IHSG merosot seiring melemahnya mayoritas saham sepanjang per
Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

PT NexAl Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) menargetkan adanya penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Target penambahan modal tersebut mencapai Rp 2,54 triliun yang bakal digunakan untuk mengembangkan layanan pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence data center).

Dalam aksi korporasi ini, Perseroan akan menerbitkan maksimal 285.732.512 saham biasa baru. Perseroan menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp 8.880, dengan rasio setiap 100 saham lama berhak atas 15 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). PT Nextier Datamate Center (NDC) selaku pemegang saham utama Perseroan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya senilai Rp1,65 triliun.

"Dana yang kami himpun melalui rights issue ini akan langsung mendukung pembangunan Al data center yang dirancang untuk standar tier III, sejalan dengan arah bisnis baru yang telah disetujui pemegang saham. Ini adalah langkah konkret bagi kami untuk merealisasikan visi transformasi Perseroan. Data center kami dirancang untuk mendukung kebutuhan hosting chip Al dengan teknologi terbaru yang tersedia di industri saat ini," ujar Presiden Direktur NexAl Ahmad Zulfikar dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesuai dengan prospektus singkat yang telah diterbitkan, NexAl berencana memanfaatkan dana rights issue sebagai suntikan modal kepada dua anak usahanya PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAi Center (NGC). Di mana kedua perusahaan akan mengembangkan Al data center yang memiliki kapasitas 102 Megawatt (MW).

NAC, yang telah mengoperasikan data center sebesar 6MW, sedang memperbesar kapasitas tambahan sebesar 36MW di Jababeka, Jawa Barat. Sementara, NGC sedang membangun Al Data Center dengan kapasitas 60MW di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

Selain untuk pengembangan Al data center, dana dari rights issue juga akan dimanfaatkan untuk pengambilalihan piutang NDC dari NAC dan NGC, sebagai bagian dari penguatan struktur modal usaha untuk mendukung implementasi strategi baru Perseroan.

Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan HMETD berpotensi mengalami dilusi maksimal 13,04%. Berdasarkan indikasi jadwal yang tercantum dalam prospektus, HMETD akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 3 November 2026. Sementara periode pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 5-18 November 2026.

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads