Transaksi dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/12/2007) melalui crossing dengan harga Rp 3.592 per saham senilai total Rp 4,1 triliun.
Adanya transaksi crossing saham XL yang dilakukan melalui JP Morgan itu, telah membuat transaksi saham di BEI hari ini mencapai Rp 9,745 triliun. Etisalat membeli saham XL milik kelompok Rajawali di Bella Saphire Ventures Ltd.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (12/12/2007) Direktur Rajawali Group Darjoto Setiawan mengatakan jumlah saham yang dibeli Etisalat setara dengan 1.132.497.500 saham senilai US$ 438 juta.
"Investasi ini sangat penting bagi Etisalat sebagai langkah ekspansi internasionalnya. Dan Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang pertumbuhan telepon selulernya sangat cepat. Ke depan kami akan bekerja sama dengan mitra Telekom Malaysia untuk meningkatkan nilai Excelcomindo," kata Chairman Etisalat Mohammad Hassan Omran.
Dalam transaksi ini Etisalat menunjuk Citigroup sebagai penasehat keuangannya yang bekerjasama dengan JP Morgan penasehat keuangan dari Rajawali Group.
Dengan masuknya Etisalat, saham XL dimiliki hampir 99,8% oleh investor asing. Pemegang saham XL saat ini adalah Telekom Malaysia melalui Indocel Holding Sdn Berhard 67,02%, Khazanah Nasional Berhard dari Malaysia 16,81%. Sedangkan saham Rajawali di Bella Sapphire yang akan dibeli Etisalat 15,97%. Sisanya saham publik yang ada di Bursa Efek Indonesia kurang dari 1%.
Etisalat merupakan salah satu pemain besar di Asia Timur. Dengan membeli XL, Etisalat kini memiliki operasional di 16 negara. (ir/ir)











































