MGLV Bidik Dana Rp 2,54 Triliun Lewat Rights Issue, Siapkan Proyek Data Center

MGLV Bidik Dana Rp 2,54 Triliun Lewat Rights Issue, Siapkan Proyek Data Center

- detikFinance
Senin, 14 Sep 2026 08:45 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
MGLV Bidik Dana Rp 2,54 Triliun Lewat Rights Issue, Siapkan Proyek Data Center
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (11/9/2026) berakhir dengan pelemahan. IHSG turun 0,73% ke posisi 6.541,38.

Beberapa saham masih mencatatkan penguatan. SRAJ menjadi saham dengan kenaikan terbesar, yakni 20,00%, disusul CASA yang naik 10,83% dan AMMN sebesar 1,04%. Sebaliknya, BYAN terkoreksi 5,73%, BBCA turun 1,56%, dan BBRI melemah 1,51%.

Tekanan juga terlihat dari transaksi investor asing. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp732,81 miliar. Jika dihitung di seluruh pasar, posisi net sell tercatat Rp690,19 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 11 sektor saham, sebanyak 10 sektor berakhir melemah. Consumer Non-Cyclicals menjadi sektor dengan penurunan paling dalam, yakni 1,25%. Sementara itu, Healthcare menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi setelah tumbuh 3,91%.

Bursa saham Amerika Serikat justru bergerak positif pada perdagangan terakhir. Dow Jones naik 0,98% ke level 52.573, S&P 500 bertambah 0,86% ke 7.656, sedangkan Nasdaq menguat 0,96% ke level 26.333.

ADVERTISEMENT

Di pasar offshore, ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing tercatat turun 2,13% dan 1,29%. Dalam perkembangan indeks ETF emas global, AMMN belum masuk ke GDXJ dan EMAS belum masuk GDX. AMMN, BRMS, serta sejumlah emiten emas Indonesia lainnya juga tidak mengalami perubahan komposisi pada indeks terbaru. Kondisi tersebut membuat tambahan katalis dari rebalancing ETF emas global masih terbatas.

Sementara itu, pada perdagangan offshore, ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing mengalami koreksi 0,78% dan 1,09%.

Berita Emiten

  1. PT Timah Tbk (TINS)

TINS tengah memperluas pasar ekspor untuk produk timahnya. India menjadi salah satu pasar yang terus dikembangkan, dengan kontribusi terhadap penjualan TINS yang meningkat dari sekitar 5% menjadi 12%.

Selain India, perseroan juga menyasar pasar Vietnam, Filipina, dan Inggris. TINS bahkan menyiapkan ekspansi ke kawasan Timur Tengah yang ditargetkan mulai dilakukan pada 2027.

Untuk mendukung peningkatan produksi, TINS menambah empat kapal produksi sekaligus memperkuat pengamanan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Langkah ini dilakukan untuk mengejar target produksi 30.000 ton timah dan penjualan 29.000 ton sepanjang 2026.

Perseroan juga mengajukan revisi RKAP 2026 dengan target keuangan yang lebih tinggi dibandingkan target sebelumnya. Memasuki 2027, fokus TINS akan diarahkan pada pencarian cadangan baru melalui eksplorasi, pengembangan timah primer, serta logam tanah jarang.

  1. PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS)

RUIS mulai memperbesar porsi bisnis di luar sektor minyak dan gas (migas). Salah satu yang menjadi perhatian perseroan adalah pengembangan bisnis geothermal dan energi baru terbarukan (EBT).

Saat ini, geothermal dan EBT menyumbang sekitar 5% dari portofolio RUIS. Kontribusi tersebut ditargetkan meningkat menjadi 7–8% pada 2027.

Diversifikasi RUIS tidak hanya menyasar energi. Perseroan juga mengembangkan portofolio di bidang petrokimia, power & electricity, hingga industri pendukung lainnya. Salah satu proyek yang digarap adalah solar PV dengan total kapasitas instalasi mencapai 13 MW hingga 2026.

Dari sisi perolehan kontrak, RUIS membukukan 305 proyek baru sepanjang semester I 2026. Nilai proyek tersebut mencapai sekitar Rp1,28 triliun. Sementara itu, nilai kontrak aktif perseroan kini telah menembus lebih dari Rp5 triliun.

  1. PT Nexai Digital Infrastruktur Tbk (MGLV)

MGLV menyiapkan aksi rights issue atau PMHMETD I dengan rasio 100:15. Dalam aksi tersebut, perseroan akan menerbitkan maksimal 285,73 juta saham baru.

Jumlah saham baru tersebut setara dengan 13,04% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD I. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp8.880 per saham.

Dengan harga tersebut, MGLV berpotensi memperoleh dana hingga Rp2,54 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung sejumlah kebutuhan pengembangan infrastruktur data center.

Sebesar Rp1 triliun akan ditempatkan sebagai setoran modal kepada PT Nextier GenAi Center. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas data center di Kawasan Industri Terpadu Batang.

Kemudian, Rp600 miliar akan diberikan kepada PT Nextier Askara Center untuk pengembangan fasilitas data center di Jababeka, Cikarang. MGLV juga mengalokasikan Rp668,61 miliar untuk mengambil alih piutang PT Nextier Datamate Center (NDC) kepada kedua entitas anak tersebut.

Sisa dana dari rights issue akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perseroan.

Dalam aksi ini, pemegang saham utama NDC yang memiliki 65,10% saham telah menyatakan komitmennya untuk mengambil seluruh HMETD yang menjadi haknya. Jumlahnya mencapai 186 juta HMETD dengan nilai sekitar Rp1,65 triliun.

Di sisi lain, pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue tersebut dapat mengalami dilusi maksimal 13,04%.

Untuk jadwalnya, perdagangan sekaligus pelaksanaan HMETD akan berlangsung pada 5–18 November 2026. Cum-right di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 30 Oktober, sedangkan recording date ditetapkan pada 3 November 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • BRMS - Buy 660-670 | TP 685-700 | SL 625

  • ANTM - Buy 3240-3260 | TP 3300-3360 | SL 3070

  • KIJA - Buy 193-196 | TP 200-204 | SL 183

  • ELIT - Buy 284-288 | TP 294-304 | SL 272

  • IRSX - Buy 410-414 | TP 418-428 | SL 388

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads