Timah Jadi Komoditas Pertama yang Dijual di Bursa Mineral ICOMEX

Timah Jadi Komoditas Pertama yang Dijual di Bursa Mineral ICOMEX

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2026 18:30 WIB
Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang mampu memproduksi mineral timah dalam jumlah besar. Kemana Timah Indonesia larinya? Dalam pengoperasiannya, pemerintah menunjuk PT Timah (Tbk) untuk menambang mineral timah yang berada di Kepulauan Ba
Ilustrasi/Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sarjito menyebut timah menjadi komoditas tambang strategis pertama yang akan diperdagangkan Indonesia Commodity Exchange (ICOMEX). Hal tersebut dilakukan lantaran timah menjadi barang yang paling lama diperdagangkan di bursa komoditas dan derivatif seperti Jakarta Futures Exchange (JFX).

Sarjito mengatakan, eksposur perdagangan timah di JFX masih belum besar lantaran terbatasnya partisipasi. Ia meyakini, perdagangan timah di ICOMEX akan lebih besar karena melibatkan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertambangan, MIND ID.

"Saat ini timah sudah diperdagangkan di JFX dan sudah cukup lama, tetapi kita akan, partisipasinya waktu itu masih terbatas, dan sekarang dengan effort pemerintah melibatkan MIND ID dan juga ketentuan-ketentuan dari pemerintah yang memungkinkan bahwa semua perdagangan yang kita nanti akan melihat bursa, tentu ini adalah sesuatu yang sangat bagus," ungkap Sarjito dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarjito mengatakan, arah kebijakan pemerintah terhadap penyelenggaraan ICOMEX juga mendorong transparansi pada awal operasional maupun skema B2B. Ia berharap ke depan ICOMEX juga ramai pihak yang ikut berpartisipasi.

ADVERTISEMENT

"Bursa akan menjadi makin ramai karena pemainnya banyak, apa mau nggak mau harus bermain di bursa, sehingga likuiditas akan terbentuk," jelasnya.

Sarjito mengatakan, ICOMEX juga akan melayani permintaan industri dalam negeri dan mendorong hilirisasi industri. Dengan bertambahnya permintaan pasar, peran fasilitas produksi juga akan semakin optimal.

"Permintaan industri domestik juga akan sangat bagus, hal ini juga mendorong hilirisasi dan industrialisasi serta mengoptimalkan juga smelter, sampai misalnya nikel mungkin diproses di dalam negeri sampai menjadi baterai mobilisit dan sebagainya," pungkasnya.

(ahi/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads