Sentimen ngetaif yang menggelayuti pasar saham dan valas itu dipicu oleh belum ada tanda-tanda pulihnya ekonomi AS. Terbukti bank sentral AS harus menggandeng bank sentral Eropa, Inggris, Kanada dan Swiss untuk memperkuat likuiditas di pasar.
Berita miring lainnya adalah kenaikan harga minyak dunia yang menyentuh lagi level US$ 94 per barel atau naik US$ 4 dalam satu hari di perdagangan New York Rabu (12/12/2007).Alhasil pelaku pasar pun memilih untuk keluar sejenak dan merealisasikan keuntungan
Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (13/12/2007) IHSG turun signifikan 24,468 poin (0,88%) ke posisi 2.771,371.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham yang terjun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 600 menjadi Rp 27.750, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 250 menjadi Rp 16.150 dan Telkom (TLKM) turun Rp 250 menjadi Rp 10.700.
Sementara rupiah pada perdagangan pukul 12.00 WIB turun 46 poin ke posisi 9.307 per dolar AS karena banyaknya permintaan dolar AS menjelang tutup tahun. (ir/ddn)











































