Waskita Beton Precast (WSBP) Tunda Bayar Kupon Obligasi, Ini Alasannya

Waskita Beton Precast (WSBP) Tunda Bayar Kupon Obligasi, Ini Alasannya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 24 Sep 2026 22:51 WIB
Ilustrasi pekerja Waskita Beton Precast
Ilustrasi.Foto: dok. Waskita Beton Precast
Jakarta -

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menunda pembayaran kupon ke-8 Obligasi Waskita Beton Precast I dan II Tahun 2022 yang jatuh tempo pada 25 September 2026. Penundaan ini disebabkan oleh tekanan likuiditas yang tengah dihadapi perseroan.

Kepala Divisi Corporate Secretary Fandy Dewanto menjelaskan masalah likuiditas perusahaan dipicu oleh tidak tercapainya target kas masuk dari pencairan piutang usaha pelanggan. Di sisi lain, harga material mengalami kenaikan yang mempengaruhi kecukupan Cash Flow Available for Debt Services (CFADS) perusahaan.

Kendati demikian, WSBP berkomitmen untuk berupaya menyelesaikan kewajiban tersebut dalam tempo paling lambat 90 hari atau tiga bulan ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan tetap tunduk pada ketentuan Perjanjian Perdamaian dan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Waskita Beton Precast I & II, Perseroan akan berupaya untuk memastikan kesediaan CFADS untuk pembayaran Kupon Obligasi Waskita Beton Precast I & II dalam jangka waktu paling lambat 90 hari," kata Fandy dalam keterangan tertulis, Kamis (24/9/2026).

Sehubungan dengan itu, WSBP menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Wali Amanat untuk menempuh langkah-langkah penyelesaian sesuai ketentuan hukum dan perjanjian yang berlaku.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, untuk memenuhi sisa kewajiban CFADS, perusahaan ini tengah menjalankan sejumlah langkah strategis. Salah satunya meliputi komunikasi proaktif dengan pelanggan untuk percepatan penagihan piutang, hingga opsi penempuhan jalur hukum yang terukur bagi piutang yang telah jatuh tempo.

Selain itu, perseroan juga melakukan pengetatan pengeluaran dengan melakukan efisiensi beban usaha serta memastikan seluruh proses produksi berjalan agar kelangsungan bisnis tetap terjaga.

Di tengah kendala likuiditas yang menyebabkan penundaan pembayaran ini, WSBP memastikan operasional dan suplai produk beton precast maupun readymix untuk berbagai proyek strategis nasional tetap berjalan.

Sejumlah proyek besar yang saat ini disuplai oleh WSBP antara lain Proyek Tol Kayu Agung-Palembang-Betung, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi 3A dan 3B, Tangguh UCC Onshore Project Papua, National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A, serta New Priok Eastern Access (NPEA).

Selain infrastruktur jalan dan pesisir, WSBP juga sedang menyelesaikan konstruksi Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana Bali dan Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Khairun di Ternate.

"Perseroan senantiasa berkomitmen menjaga keterbukaan informasi, transparansi, dan akuntabilitas kepada seluruh pemegang saham serta pemangku kepentingan, sekaligus terus memperkuat penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG)," tegasnya.

(hns/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads