Herald Tolak Tawaran Bumi

Herald Tolak Tawaran Bumi

- detikFinance
Senin, 17 Des 2007 11:48 WIB
Sydney - Niat PT Bumi Resources Tbk untuk mengakuisisi perusahaan pertambangan asal Australia, Herald Resources Limited tidak bisa terwujud. Herald menolak tawaran akuisisi Bumi.

Seperti dilansir situs resmi Herald, Senin (17/12/2007), Chairman Herald, Terry Allen dalam suratnya kepada para pemegang saham mengatakan tawaran dari Bumi itu terlalu memaksa dan tak dikehendaki.

"Direksi Herald meminta pemegang saham tidak mengambil langkah apapun terkait penawaran dari Bumi sampai dewan direksi berkesempatan untuk membicarakan penawaran tersebut," ujar Allen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Herald menyebut penawaran dari PT Bumi sebagai langkah yang oportunis karena proyek itu sendiri masih dalam proses persetujuan pemerintah Indonesia.

Herald merupakan perusahaan pertambangan berbasis di Australia yang memiliki aset tambang Proyek Dairi yang memiliki kandungan timbal dan seng.

Manajemen Herald mengaku prihatin dengan pernyataan Bumi yang menyebutkan jika akuisisi itu terjadi maka pengembangan proyek Dairi akan lebih efektif lagi karena Bumi memiliki posisi yang unik dengan pengalaman Bumi di bidang pertambangan.

"Herald tidak mengetahui adanya situasi khusus dimana Bumi akan memiliki posisi unik itu," ujarnya.

Allen menuturkan mitra strategis Herald adalah PT Antam Tbk. Antam memegang 20 persen saham dalam joint venture dengan Herald di Proyek Dairi.

Proyek Dairi merupakan aset utama bagi Herald dengan cadangan timbal dan seng hingga 6,6 juta ton. Per tahun logam yang bisa dikeluarkan dari perut bumi mencapai 1 juta ton. Dengan demikian operasi pertambangan akan berlangsung selama 7 tahun.

Dengan kapasitas penuh, lahan itu bisa menghasilkan sekitar 115.000 seng dan 60.000 ton timbal yang akan menjadikan Herald sebagai produser besar dalam bisnis logam dasar.

Sebelumnya, melalui salam pengumumannya pada keterbukaan informasi BEI, Rabu (12/12/2007), manajemen Bumi menyatakan telah mengirimkan surat penawaran tunai resmi kepada Herald, dengan nilai A$ 2,25 per saham.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads