Burhanuddin Abdullah Mundur dari Dirut Anak Usaha Sinar Mas (SMMA)

Burhanuddin Abdullah Mundur dari Dirut Anak Usaha Sinar Mas (SMMA)

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2026 14:34 WIB
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah menyampaikan sejumlah catatan penting terkait kondisi ekonomi nasional setelah satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai perjalanan Indonesia dalam setahun terakhir patut di
Burhanuddin Abdullah/Foto: Mohammad Farrel
Jakarta -

Anak usaha Sinar Mas Grup, PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) mengumumkan pengunduran diri Burhanuddin Abdullah dari kursi Direktur Utama. Surat pengunduran diri diterima SMMA pada tanggal 25 September lalu.

Proses pengunduran diri akan melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Namun perseroan tidak menyebut rinci kapan agenda tersebut dilaksanakan.

"Bahwa telah mengundurkan diri Bapak Burhanuddin Abdullah selaku Direktur Utama perseroan terbatas PT Sinar Mas Multiartha Tbk," tulis Manajemen SMMA dikutip dari Keterbukaan informasi, Rabu (30/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SMMA menegaskan, tidak ada dampak dari pengunduran Burhanuddin Abdullah terhadap kegiatan operasional. Begitu juga dampak terhadap kondisi dan proyeksi serta status hukum perseroan.

ADVERTISEMENT

"Tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta penting terhadap Perseroan baik berupa dampak terhadap kegiatan operasional, dampak terhadap kondisi keuangan dan proyeksi keuangan, dampak hukum maupun dampak terhadap kelangsungan usaha Perseroan," pungkasnya.

Sebagai informasi, Burhanuddin Abdullah menjabat sebagai Direktur Utama sejak 2021 dan diangkat kembali pada 2024 dengan masa jabatan sampai dengan 2027. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Komisaris Independen Perseroan (2016-Juni 2021).

Ia sempat menjabat sebagai Staf Badan Urusan Desa-Direktorat Jenderal Perkebunan Pertanian, Banda Aceh (1975), Staf PT Inti Indorayon Utama Toba (1976-1977), Staf Departemen Produksi Umum Kredit Bank Indonesia (1978-1983), hingga Staf Biro Ekonomi Umum-Urusan Riset dan Statistik Bank Indonesia (1984-1985).

Kemudian ia menjabat sebagai Staf Gubernur Bank Indonesia (1986-1988), Staf Asia Pacific Department Monetary Fund (IMF), Washington DC (1989-1993), dan Assistant Executive Director IMF South East Asia Group (1993-1999). Ia juga tercatat sempat menjabat sebagai Kepala Bagian Kerja Sama Ekonomi (1999), Wakil Kepala Urusan Luar Negeri Bank Indonesia (1999), Direktur Direktorat Luar Negeri Bank Indonesia (1999-2002), Deputi Gubernur Bank Indonesia (2002-2003), dan Gubernur Bank Indonesia (2003-2008).

(ahi/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads