Danantara Mau Kempit 10% Saham Bursa, Bos BEI Bilang Begini

Danantara Mau Kempit 10% Saham Bursa, Bos BEI Bilang Begini

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 01 Okt 2026 16:20 WIB
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik
Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengaku ingin menggenggam sekitar 5% hingga 10% saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut dimungkinkan melalui proses demutualisasi BEI yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek.

Namun begitu, Danantara disebut belum mengajukan komitmen tersebut kepada BEI. Sebelumnya Danantara diketahui telah menyampaikan surat pernyataan minat sebagai pemegang saham BEI.

"Belum, belum," kata Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, saat dikonfirmasi tentang porsi saham yang hendak digenggam Danantara, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jeffrey tak menjelaskan lebih lanjut terkait minat Danantara. Namun ia mengatakan, BEI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sebagai tindak lanjut POJK demutualisasi.

ADVERTISEMENT

Dalam RUPSLB tersebut, BEI akan membahas tentang perubahan Anggaran Dasar (AD). Perubahan tersebut juga akan diputuskan dalam mekanisme tersebut.

"Karena sudah ada mandat dari POJK 13, tentu kami harus menjalankan mandat dari POJK tersebut. Jadi salah satu agenda dalam RUPSLB nanti mungkin adalah penyesuaian anggaran dasar Bursa Efek Indonesia terhadap POJK tersebut," pungkasnya.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani sebelumnya mengatakan Danantara akan memegang sekitar 5-10% saham BEI setelah proses demutualisasi. Ia menjelaskan, angka 40% yang beredar kemungkinan merupakan total kepemilikan seluruh afiliasi dari konsorsium pemerintah di BEI.

Dalam hal ini, mencakup kepemilikan lembaga negara atas saham BEI sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Dalam ketentuan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) dapat menjadi pemegang saham BEI.

"Mungkin karena, mungkin ada pihak lain, mungkin ya, dari ada kementerian lain mungkin yang ikut, Menteri Keuangan atau yang lain-lain. Jadi kita, bersama-sama. Konsorsium bisa sampai 30-40%. Tapi mungkin porsi Danantara sekitar 5-10%," kata Rosan saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Simak juga Video 'IHSG Rontok Lagi, Apa yang Bikin Pasar Saham Indonesia Ditinggal Investor?':

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads