Namun saham kedua emiten itu tidak terlalu bergerak signifikan. Pada perdagangan Rabu (19/12/2007), saham DGIK dibuka pada harga Rp 260, dari harga perdana Rp 225 dan pada pukul 09.35 waktu JATS stabil di Rp 230.
Sementara saham PT Cowell Development Tbk (COWL) dibuka pada harga Rp 170, dari harga perdana Rp 130, dan sekitar pukul 09.35 waktu JATS stabil di Rp 221. Sedangkan IHSG tercatat naik 15,838 poin ke level 2.662,066.
PT Duta Graha Indah Tbk perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, industri, perdagangan, agen/perwakilan, real estate, pertambangan, investasi dan jasa lain. Duta Graha mencatatkan 1,662 miliar saham (30%) .
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT CLSA Indonesia dan PT Dinamika Usahajaya.
Setelah IPO, maka komposisi kepemilikan saham adalah PT Lintas Kebayoran Kota (33,03%), PT Lokasindo Aditama (22,35%), PT Rezeki Segitiga Mas (9,02%), Johannes Berchmans Koesnamo (2,71%), Dudung Purwadi (2,71%), Ongky Abdulrahman (0,09%), Sutiono Teguh (0,09%) dan masyarakat (30%).
Dana yang diperoleh dari hasil IPO ini rencananya akan digunakan untuk memperkuat modal kerja (50%) dan investasi untuk memperkuat struktur perseroan dalam program pengembangan kegiatan konstruksi ada proyek infrastruktur dan properti (50%).
Per 31 Desember 2006, Duta Graha mencatat laba bersih Rp 31,020 miliar, atau naik hingga 534,4% dibandingkan laba tahun 2005.
Sementara perusahaan properti PT Cowell Development Tbk menawarkan 33,34 persen saham atau sekitar 250 juta saham biasa atau 33,34% dengan nilai nominal Rp 100 per saham.
Dalam IPO itu disertai juga penerbitan 150 juta waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif kepada pemegang saham. Setiap pemegang 5 saham baru akan memperoleh 3 waran seri I, dan setiap satu waran diberikan hak untuk membeli saham baru. Waran seri I yang memiliki nilai nominal Rp 100 ini mempunyai jangka waktu pelaksanaan tiga tahun.
Dana hasil IPO sebesar 50% akan digunakan untuk kegiatan usaha perseroan yakni pembelian lahan untuk apartemen di Jakarta Barat. Sebesar 30% untuk pengembangan infrastruktur perumahan Serpong Park dan 20% lagi untuk pembayaran jasa kontraktor, pembangunan rumah dan ruko di Serpong Park.
Setelah IPO kepemilikan saham perseroan adalah PT Gama Nusapala 66,53%, Susanto Winarto 0,13% dan masyarakat 33,34%. Kinerja perseroan per 30 Juni 207 mencatat penjualan Rp 35,357 miliar dan laba bersih Rp 5,405 miliar.
(qom/ddn)











































