"Perseroan akan menggarap proyek tersebut melalui PT Margaraya Jawatel, perseroan memiliki penyertaan saham di perusahaan itu sebesar 1-1,5%," kata Dirut Duta Graha JB Koesnarno usai pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (19/12/2007).
Menurutnya, penyertaan saham dalam jumlah kecil di perusahaan yang menggarap proyek infrastruktur memang merupakan strategi Duta Graha masuk sebagai kontraktor proyek terkait.
"Itu memang strategi kami untuk mendapat pekerjaan, kami meniru perusahaan kontraktor asing yang sukses dengan strategi itu," ujarnya.
Selain di perusahaan tol, Duta Graha juga memiliki penyertaan saham di pembangkit listrik asahan, perusahaan kontraktor interior dan perusahaan kontraktor.
Tahun ini perseroan menargetkan laba Rp 72 miliar dengan pendapatan Rp 950 miliar. Tahun depan perseroan menargetkan pertumbuhan laba sebesar 60%. (ard/qom)











































