PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tercatat melakukan transaksi jumbo di pasar negosiasi. Transaksi tersebut terjadi setelah pendiri BYAN, Low Tuck Kwong, menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam terhadap 10.084.088.370 saham perseroan.
Berdasarkan data transaksi RTI Business, tercatat transaksi BYAN di pasar negosiasi secara bertahap dengan harga Rp 2.588 per saham, yakni pukul 09.31 WIB sebanyak 166.666 lot, pukul 09.38 WIB sebanyak 50.000.000 lot, dan 09.39 WIB sebanyak 50.674.217 lot.
Jika dihitung dengan asumsi 1 lot setara 100 saham, total transaksi tersebut mencakup sekitar 10.084.088.300 lembar saham di pasar negosiasi pagi tadi. Dengan demikian, nilai transaksinya diperkirakan mencapai Rp 26,09 triliun.
Saat ini, BYAN tercatat melemah 6,13% ke harga Rp 12.625 per saham. Perseroan mencatat total volume perdagangan saham sebesar 6,49 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp 85,05 miliar.
Low Tuck Kwong Lepas Saham
Kemudian berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Low Tuck Kwong tercatat baru melepas kepemilikan saham atas BYAN sebanyak 33.333.335 di harga Rp 11.025 per saham. Transaksi tersebut terjadi pada tanggal Selasa, 6 Oktober 2026.
Jika diakumulasi, Low Tuck Kwong meraup sekitar Rp 367,50 miliar dari penjualan saham tersebut. Kemudian untuk hak suara, menyusut menjadi 40,15% dengan total kepemilikan saham sebanyak 13.383.588.535 unit.
Perjanjian Jual Beli Saham
Diberitakan sebelumnya, BYAN mengubah perjanjian jual beli saham bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam. Perubahan tersebut terkait transaksi penjualan saham Bayan milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low.
Perubahan dilakukan terhadap Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) yang sebelumnya ditandatangani pada 16 September 2026. Perubahan perjanjian kemudian ditandatangani Dato' Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan Jhonlin Baratama pada 1 Oktober 2026.
"Perubahan tersebut mencakup pembaruan atas jumlah saham biasa Perseroan yang akan dialihkan kepada Pembeli, yaitu dari semula sejumlah 10.000.000.500 saham biasa menjadi 10.084.088.370 saham biasa Perseroan," tulis manajemen Bayan Resources dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (6/10/2026).
Simak Video "Bayrun for Charity 2024, Aksi Nyata untuk Air Bersih"
(acd/acd)