Terungkap Biang Kerok Harga Ayam Anjlok

Terungkap Biang Kerok Harga Ayam Anjlok

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2026 20:52 WIB
Harga ayam potong anjlok mengakibatkan peternak merugi, (25/6/2019).
Ilustrasi.Foto: Eko Susanto/detikcom
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) buka suara merespons keluhan peternak terkait harga ayam di kandang anjlok. Diketahui harga ayam di kandang saat ini berkisar Rp 21.000-22.000/kilogram (kg), berada di bawah harga pokok produksi (HPP) ayam broiler yang saat ini di kisaran Rp 23.000-Rp 23.500/kg.

Kondisi tersebut terjadi karena kenaikan harga pakan, di mana jagung saat ini sudah di atas Rp 7.800/kg hingga Rp 8.000/kg. Kementan mencatat kenaikan harga pada pakan broiler di atas Rp 9.400/kg dan tekanan lainnya seperti kenaikan bekatul, pengaruh kurs rupiah, dan biaya logistik terhadap bungkil kedelai (SBM) serta gandum pakan impor.

Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga ayam di kandang dan biaya produksi. Upaya tersebut di antaranya dengan memperkuat pemantauan pasokan, distribusi, hingga memastikan harga wajar pakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tekanan biaya bahan baku mencakup harga jagung yang dilaporkan melampaui Rp 7.500/kg, kenaikan bekatul, serta pengaruh kurs dan biaya logistik terhadap bungkil kedelai (SBM) dan gandum pakan impor. Impor bahan baku dilakukan oleh BUMN maupun swasta. Pemerintah memperkuat pemantauan pasokan, distribusi, dan harga untuk memastikan peternak memperoleh pakan dengan harga yang wajar," ungkap Tim Direktorat Perbibitan dan Produksi kepada detikcom, Kamis (8/10/2026).

Kemudian untuk menangani harga live bird (LB) yang berada di bawah HPP, pemerintah memfasilitasi penyerapan oleh pelaku usaha dan pengendalian produksi day old chick (DOC) FS broiler sesuai kebutuhan pasar.

ADVERTISEMENT

"Optimalisasi pemotongan di RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas) dan penyimpanan dingin juga didorong untuk memperkuat serapan dan memperbaiki harga di tingkat peternak," jelasnya.

Berdasarkan prognosa Kementan yang dipublikasikan pada September 2026, produksi daging ayam ras diperkirakan mencapai 4,71 juta ton. Sementara itu, kebutuhan daging ayam diproyeksikan sekitar 3,97 juta ton.

Dengan demikian, produksi daging ayam ras diperkirakan surplus sekitar 0,73 juta ton. Meski demikian, angka surplus secara tahunan tersebut tidak otomatis menunjukkan kelebihan pasokan di setiap wilayah dan waktu.

"Karena itu, pengaturan produksi terus dilakukan dengan memperhatikan perkembangan DOC, panen, permintaan, dan harga," terangnya.

Kementan juga menjelaskan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung telah berjalan bahkan ada tambahan alokasi 150.000 ton yang telah disetujui pemerintah. Namun karena peternak broiler umumnya menggunakan pakan jadi, penurunan harga bahan baku jagung perlu diikuti dengan mekanisme yang memastikan biaya tersebut turut tercermin pada harga pakan yang perlu koordinasi antara Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, dan pelaku usaha.

"Skema khusus untuk broiler memerlukan koordinasi dengan Bapanas, Bulog, dan pelaku usaha sesuai ketentuan program," ungkapnya.

Kementan juga mengakui kerugian yang berlangsung dalam waktu lama berisiko menggerus modal peternak. Kondisi tersebut dapat mendorong peternak mengurangi populasi ayam atau bahkan berhenti berusaha.

Karena itu pemerintah menetapkan langkah antisipasi seperti memperbaiki serapan dan harga ayam hidup, menjaga stabilitas harga pakan dan DOC, hingga menyesuaikan produksi secara terukur.

"Tujuannya menjaga keberlanjutan peternak sekaligus memastikan pasokan daging ayam tetap tersedia," pungkasnya.

Harga Ayam Anjlok

Harga ayam hidup di peternak anjlok lagi. Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengungkap saat ini harga di kandang berkisar Rp 21.000-22.000/kilogram (kg).

Sementara harga pokok produksi (HPP) ayam broiler saat ini sudah berada di kisaran Rp 23.000-Rp 23.500/kg. Artinya, harga jual di tingkat kandang berada di bawah biaya produksi.

Peternak dari Permindo Asep Saepudin mengatakan kondisi ini membuat peternak semakin terjepit. Kenaikan biaya produksi ini telah terjadi sejak awal 2026.

"Kondisinya sekarang harga pakan rata-rata sudah di atas Rp 9.400/kg untuk starter umur 7-21 hari. Normalnya sekitar Rp 8.000-8.500/kg. Harga live bird sudah turun per hari ini Rp 21.000-22.000/kg di kandang ya. HPP kami sudah Rp 23.000/kg. Pusing kami," kata Asep, kepada detikcom, Sabtu (3/10/2026).

(ahi/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads