WBSA Tambah Armada Angkutan Laut, PTBA Eksplorasi Tambang, dan BUAH Tebar Dividen

WBSA Tambah Armada Angkutan Laut, PTBA Eksplorasi Tambang, dan BUAH Tebar Dividen

- detikFinance
Jumat, 09 Okt 2026 14:02 WIB
img-alt

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
WBSA Tambah Armada Angkutan Laut, PTBA Eksplorasi Tambang, dan BUAH Tebar Dividen
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (8/10) ditutup melemah. IHSG turun 1,88% ke level 6.031,28.

Sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan, seperti AMRT yang naik 2,04%, KLBF menguat 2,65%, dan ASII bertambah 0,42%. Di sisi lain, BBRI turun 3,50%, AMMN melemah 6,40%, sedangkan BMRI terkoreksi 3,50%.

Investor asing kembali mencatatkan aksi jual. Di pasar reguler, nilai net sell mencapai Rp848,28 miliar, sedangkan di seluruh pasar tercatat Rp867,27 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 11 sektor yang diperdagangkan, sembilan sektor berakhir di zona merah. Sektor Industrial menjadi yang mengalami penurunan paling dalam, yakni 2,86%. Sementara sektor Health menjadi satu dari dua sektor yang menguat dengan kenaikan 0,70%.

Pergerakan bursa Amerika Serikat juga berlangsung beragam. Dow Jones naik 0,10% ke 51.231, sedangkan S&P 500 turun 0,47% ke 7.765 dan Nasdaq melemah 1,25% ke 27.193.

ADVERTISEMENT

Tekanan jual asing terutama terlihat pada BBRI, BMRI, dan AMMN dengan nilai sekitar Rp461,93 miliar. Saham BBRI, BMRI, dan BBCA juga masuk dalam 10 saham yang paling menekan pergerakan indeks. Sementara itu, ETF EIDO turun 1,60% dan MSCI Indonesia melemah 1,96%.

Berita Emiten

1. BSA Logistics Indonesia (WBSA)

WBSA menambah armada untuk mengembangkan bisnis angkutan laut. Melalui anak usaha tidak langsungnya, Beruang Maritim Indonesia (BMI), perseroan akan menambah lima set armada yang terdiri dari lima tugboat dan lima barge.

Penambahan armada tersebut diperkirakan meningkatkan kapasitas angkutan WBSA hingga sekitar 1,50 juta metric ton (MT) per tahun.

Dari lima set yang direncanakan, dua set telah diperoleh pada 5 dan 7 Oktober 2026. Armada tersebut dibeli dari Buana Cipta Mandala dan Amnor Shipyard yang merupakan pihak non-afiliasi. Nilai transaksi untuk dua set armada itu mencapai sedikitnya Rp48 miliar.

Adapun tiga set lainnya akan didatangkan secara bertahap. Pengadaan armada tersebut turut didukung fasilitas pinjaman berjangka dari Bank OCBC NISP dengan plafon Rp75 miliar dan tenor 60 bulan. Perjanjian fasilitas pinjaman itu ditandatangani pada 14 September 2026.

2. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

PTBA melakukan eksplorasi di tiga wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) sepanjang kuartal III 2026. Kegiatan tersebut mencakup 113 titik pengeboran dengan total kedalaman 23.420 meter.

Eksplorasi ini dilakukan untuk memverifikasi sumber daya dan cadangan batu bara sekaligus memperbarui model geologi perseroan. Estimasi biaya yang disiapkan mencapai Rp42,86 miliar.

Rinciannya, 76 titik pengeboran berada di kompleks produksi utama Tanjung Enim dengan biaya Rp33,04 miliar. Kemudian 17 titik berada di Ombilin dengan biaya Rp6,86 miliar dan 20 titik lainnya di Peranap dengan biaya Rp2,96 miliar.

Kegiatan tersebut dilakukan di tengah total cadangan batu bara PTBA yang mencapai 1.504 juta ton (Mt) dan sumber daya sebesar 3.096 Mt. Karena itu, eksplorasi kali ini lebih diarahkan untuk mempertahankan dan mengoptimalkan basis tambang yang sudah ada.

Meski demikian, Peranap menjadi salah satu wilayah yang disiapkan untuk pengembangan lebih lanjut. Wilayah tersebut memiliki cadangan sekitar 279 Mt dan saat ini memasuki tahap pre-production drilling untuk persiapan tambang baru.

Sementara itu, Ombilin memiliki sumber daya sekitar 102 Mt, tetapi belum memiliki cadangan yang tercatat. Wilayah ini masih memiliki peluang untuk meningkatkan sumber daya menjadi cadangan. Namun, perkembangan kedua wilayah tersebut masih bergantung pada hasil peningkatan cadangan serta keputusan pengembangan selanjutnya.

3. Segar Kumala Indonesia (BUAH)

BUAH menetapkan pembagian dividen tunai interim dari laba bersih hingga 30 Juni 2026. Dividen ditetapkan sebesar Rp10 per saham dengan total nilai Rp20 miliar.

Pada semester I 2026, BUAH membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp21,80 miliar. Angka tersebut meningkat 0,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan nilai dividen tersebut, dividend payout ratio BUAH mencapai 91,75% dari laba bersih semester I 2026.

Sementara itu, saham BUAH pada perdagangan Kamis (8/10) ditutup di level Rp480 per saham. Dengan harga tersebut, dividen interim Rp10 per saham setara dengan dividend yield sebesar 2,08%.

Cum date dividen BUAH di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 16 Oktober 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 6 November 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • BFIN - Buy 935-945 | TP 955-970 | SL 890

  • KLBF - Buy 760-770 | TP 785-795 | SL 725

  • PTSN - Buy 414-418 | TP 426-432 | SL 392

  • CSRA - Buy 685-695 | TP 710-725 | SL 655

  • AGII - Buy 3520-3540 | TP 3600-3680 | SL 3380

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads