×
Ad

Rahayu Saraswati Blak-blakan Mundur dari Komut TRIN

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 09 Okt 2026 16:30 WIB
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengumumkan pengunduran diri dari jabatan Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN). Surat pengunduran diri, telah disampaikan olehnya kepada perusahaan per 7 Oktober 2026.

Keponakan Presiden Prabowo Subianto ini mengatakan, keputusan pengunduran diri dilakukan atas pertimbangan pribadi. Meski begitu, Saras menegaskan tetap menjadi pemegang saham TRIN.

"Saya mundur dari posisi Komisaris Utama, bukan berarti saya mundur dari mereka. Saya hanya mundur dari posisi Komisaris Utama di TRIN," ungkap Saras saat ditemui wartawan di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026).

Saras menegaskan, pengunduran diri ini tidak mengakhiri hubungannya dengan TRIN. Dia mengaku akan tetap menjadi pemegang saham secara langsung maupun tidak langsung dan berkontribusi terus sebagai pemegang saham. Berdasarkan data RTI Business, Saras tercatat memiliki saham TRIN secara langsung sebesar 3,92% hingga 30 September 2026.

"Yang saya mau clarify di sini, bahwa kembali lagi, saya mundur dari posisinya, karena pertimbangan yang cukup matang," tegasnya.

Pada awalnya, ada tiga alasan utama yang membuatnya memutuskan bergabung dengan TRIN. Pertama, jajaran pengurus perusahaan didominasi laki-laki, sementara sektor properti seharusnya memiliki banyak perempuan yang terlibat. Kedua, dia tertarik pada konsep bangunan hijau (green building). Ketiga, dia ingin mendorong TRIN menjadi perusahaan yang unggul dan memiliki kualitas tinggi.

"Saya sebenarnya muat dalam surat pengunduran diri saya, bahwa itu yang memang sudah saya perjuangkan. Dan mereka dalam announcement mereka, I appreciate them, bahwa mereka juga mengapresiasi. Dan mereka recognize bahwa itu yang sudah saya (lakukan) dan they are committed, untuk melanjutkan apa yang sudah saya bagikan pada mereka," tegas Saraswati.

Sempat Jual Saham TRIN

Berdasarkan catatan di Keterbukaan Informasi, Saras juga tercatat sempat melepas kepemilikan saham TRIN secara tidak langsung. Aksi korporasi itu dilakukan lewat perusahaan afiliasinya PT Satya Devya pada 8 Maret 2026.

Penjualan saham dilakukan secara bertahap dalam periode waktu beberapa hari. Pertama pada 16 Desember 2025 sebesar182.058.300 di harga Rp 200. Kemudian pada 19 Desember 2025 dilakukan penjualan atas 10.000 saham pada harga Rp 850.

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo saat bicara dengan awak media perihal keputusannya untuk mundur dari jabatan Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026). Foto: Andi Hidayat

Kemudian pada 30 Desember 2025, perusahaan afiliasi itu melepas 350.000 saham di harga Rp 1.135. Selanjutnya pada 2 Januari 2026 melepas 250.000 saham dengan harga Rp 1.250.

Pada 5 Januari 2026, penjualan kembali dilakukan sebanyak 1,3 juta saham dengan harga Rp 1.395 per saham. Dua hari berselang, tepatnya 7 Januari 2026, sebanyak 400.000 saham kembali dilepas pada harga Rp 1.875 per saham.

Penjualan berlanjut pada 20 Januari 2026, dengan jumlah 150.000 saham pada harga Rp 1.650 per saham. Adapun transaksi terbesar terjadi pada 5 Februari 2026, saat sebanyak 46.511.628 saham dijual dengan harga Rp 1.075 per saham.

Dalam keterbukaan informasi terbaru, TRIN pun menegaskan pengunduran diri Saras tidak mengakhiri hubungannya dengan perseroan. Saras juga disebut tetap menjadi pemegang saham secara langsung maupun tidak langsung.

Selanjutnya, TRIN akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pengunduran diri Saras. Hal ini sejalan dengan Pasal 27 POJK No. 33/POJK.04/2014 dan Anggaran Dasar TRIN.

"Pengunduran diri tersebut tidak berdampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan saat ini," tulis Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra, dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Jumat (9/10/2026).

Masuk Bursa Komisaris VICI
Di sisi lain, Saras mengaku kini menjadi salah satu kandidat komisaris PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI), salah satu emiten yang bergerak pada manufaktur dan perdagangan produk kosmetik, perawatan tubuh dan kebersihan. Dia menegaskan, keputusannya bergabung dengan VICI merupakan pilihan pribadi dan tidak berkaitan dengan bisnis keluarga.

Saras juga mengakui dirinya diajak bergabung oleh Komisaris Utama VICI, Billy Hartono Salim. Jika terpilih, ia akan fokus mendukung pengembangan perusahaan, mulai dari memperluas jaringan dan mendorong ekspansi ke luar negeri hingga membina UMKM serta memperkuat keterwakilan perempuan di perusahaan.

"Bicara excellence, bicara tentang ini, tapi juga untuk membuka ke network saya yang internasional, gimana untuk bisa, jaringan saya yang di Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan ini untuk kita bisa growth-nya lebih cepat lagi lah harapannya," jelas Saras.

Setelah resmi menjabat sebagai komisaris, Saras diperkirakan akan memiliki sekitar 2,4% saham VICI. Namun, dia menegaskan fokus utamanya bukan pada kepemilikan saham, melainkan pada fundamental bisnis perusahaan.

"Saya di situ baru saja announce untuk nomination, kan belum RUPS ya, itu sebagai komisaris. End of this month, akhir bulan, tanggalnya, persisnya, kalau nggak salah sih 29 Oktober," pungkas Saras.




(ahi/hal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork