Temasek Yakin Terhadap Masa Depan Merrill Lynch

Temasek Yakin Terhadap Masa Depan Merrill Lynch

- detikFinance
Rabu, 26 Des 2007 10:55 WIB
Singapura - Meski dirundung krisis kredit perumahan (subprime mortgage), kinerja bank investasi AS Merrill Lynch masih berpotensi untuk tumbuh. Alasan itulah yang dipakai lembaga investasi milik pemerintah Singapura, Temasek Holdings berani membeli saham senilai US$ 4,4 miliar.

Merrill, yang keuangannya rugi besar gara-gara krisis kredit perumahan itu mengumumkan pada Senin 24 Desember 2007, Temasek telah membeli sahamnya. Sebagai bagian dari perjanjian itu, Temasek juga bisa membeli saham lanjutan senilai US$ 600 juta.

"Merrill merupakan salah satu lembaga keuangan besar di dunia, dengan kekuatan di bidang wealth management, pasar global dan investasi. Kami yakin Merrill akan maju di bawah kepemimpinan John Train," ujar Senior Managing Director of Investments Temasek, Manish Kejriwal, seperti dikutip AFP, Rabu (26/12/2007).

Penambahan modal ini, lanjut Manish Kejriwal, akan membuat manajemen Merrill untuk kembali fokus kepada strategi bisnisnya dan meningkatkan nilai pemegang sahamnya.

"Partisipasi kami dalam penambahan modal ini mencerminkan kepercayaan kepada tim manajemen," ujar Kejriwal.

CEO Merrill Lynch yang baru, John Thain, mengatakan suntikan dana itu akan membantu Merrill mengatasi neraca keuangannya yang stress berat karena harus menutupi kerugian akibat subprime mortgage.

Selain mendapat suntikan dari Temasek, Merrill juga mendapat dana segar dari lembaga keuangan AS, Davis Selected Advisors yang membeli saham senilai US$ 1,2 miliar.

Investor lega mendengar suntikan modal untuk Merrill tersebut. Pasar keuangan global sendiri sudah goyang selama berbulan-bulan akibat kekhawatiran di sektor subprime mortgage di AS.

"Dengan adanya kabar dari Merrill, kami melihat bahwa berita buruk sudah berakhir," ujar Mitsuru Sahara, Senior Vice President Mitsubishi UFJ Bank.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads