Penambahan kapasitas produksi itu untuk mengimbangi pertumbuhan permintaan domestik sebesar 10-15 persen per tahun.
Menurut Direktur Keuangan Fajar Wisesa Hadi Ongkowidjodjo, peningkatan kapasitas dilakukan karena saat ini utilitas produksi sudah hampir 100 persen.
"Tahun ini kami memproduksi 670.000 ton dengan utilitas 95 persen, tahun depan kami akan memproduksi 700.000 ton sehingga utilitas sudah 100 persen," ujar di sela paparan publik di BEI, Kawasan Bisnis Sudirman, Jakarta, Rabu (26/12/2007).
Penambahan kapasitas itu akan memakan biaya US$ 30 juta yang seluruhnya akan didanai dari penawaran saham terbatas atau rights issue tahun depan. Perseroan akan melakukan rights issue pada triwulan I-2008 senilai US$ 50 juta.
Selain menambah kapasitas produksi, perseroan akan meningkatkan kapasitas produksi di mesin-mesin lainnya. "Saat ini untuk mesin nomor 1 utilitasnya sudah 105 persen, tahun depan akan ditingkatkan menjadi 110 persen demikian pula mesin nomor 2," ujarnya.
Dengan volume penjualan 700.000 ton pada tahun depan ditargetkan nilai penjualan Rp 2,9 triliun atau meningkat dari Rp 2,5 triliun tahun ini. Sementara tahun 2009 dengan adanya peningkatan kapasitas produksi nilai penjualan ditargetkan Rp 3,5 triliun.
(ddn/ir)











































